PDIP: Pelempar Molotov Markas di Bogor Anti-kemanusiaan!

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 19:18 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah dan kadernya ikut membantu hentikan penyebaran virus Corona. Hal itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar teleconference dengan Mega menyikapi pandemi Corona di Indonesia. Begini potretnya.
Hasto Kristiyanto (dok. PDIP)
Jakarta -

Polisi telah menangkap para pelaku pelempar molotov ke markas PDIP di Bogor. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti soal perbuatan yang anti-kemanusiaan.

"Sejak semula partai telah menunjukkan suatu tradisi untuk taat hukum. Karena kantor ini diserang dengan cara seperti itu, yang membunuh demokrasi, kami menempuh jalan hukum," ujar Hasto dalam konferensi pers via virtual, Rabu (26/8/2020).

Hasto kemudian menyebut soal perbuatan anti-demokrasi. Menurut dia, pelaku merupakan pihak-pihak yang anti-kemanusiaan, terlepas apa pun latar belakangnya.

"Ketika ada pihak-pihak yang kemudian berada di luar jalur hukum kemudian menggunakan bom molotov, siapa pun, apa pun latar belakangnya, orang itu anti-demokrasi dan anti-kemanusiaan. Sehingga kami apresiasi kepada Polri yang telah menindaklanjuti laporan kami," tutur Hasto.

Selain itu, Hasto memberikan apresiasi kepada seluruh kader PDIP. Sebab, tak ada yang reaktif atas perbuatan teror yang terjadi pada 3 markas PDIP di wilayah Bogor, Jawa Barat, tersebut.

"Kami juga mengapresiasi jajaran internal partai tidak ada yang emosional menanggapi itu dengan melakukan hal serupa. Seluruh kader tunduk dalam satu perintah bahwa dengan alasan apa pun kekerasan tidak dapat dibenarkan, apalagi menggunakan bom molotov," tegas Hasto.

Seperti diketahui, sudah 9 orang yang ditangkap polisi karena terlibat aksi pelemparan bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Bogor. Dua dari 9 pelaku merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Polisi pun mengungkap motif pelaku penyerang markas PAC PDIP Cileungsi, Bogor, dengan bom molotov. Dari pengakuannya, pelaku melempar molotov karena emosi foto Habib Rizieq Syihab dibakar.

"Sampai dengan saat ini pemeriksaan tersangka ini karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas awal kali terjadinya pembakaran foto di gedung DPR RI," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/8).

Saat ditegaskan terkait foto yang dimaksud, Roland membenarkan foto yang dimaksud tersebut ialah foto Habib Rizieq Syihab.

"Foto Habib Rizieq," tutur dia.

Teror bom molotov ke markas PDIP terjadi di tiga lokasi. Lokasi pertama terjadi di kantor PAC PDIP Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (28/7) lalu. Sehari berselang atau pada Rabu (29/7) pukul 01.30 WIB, teror bom molotov kembali terjadi di kantor PAC Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Terakhir, insiden pelemparan bom molotov terjadi di kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Tonton video 'Teror Molotov ke PDIP Cileungsi Dipicu Pembakaran Foto Habib Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]




(elz/gbr)