Dikpora Lotim NTB Jelaskan soal Pelajar SMP Nikah Gegara Sekolah Daring

Faruk - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 15:49 WIB
Rustic white wooden wedding directional sign and flower wreath in the garden.
Foto: Ilustrasi pernikahan (Dok. iStock)
Lombok -

BKKBN mendapatkan laporan banyak pelajar SMP di NTB melakukan pernikahan dini berawal dari sekolah daring, pemicunya aktivitas chatting. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat bicara.

Kadispora Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, membenarkan ada siswa umur SMP yang menikah dini di tengah masa pandemi COVID-19 yang kini menjadi sorotan. Namun, kata dia, pernikahan tersebut bukanlah dipicu oleh belajar dari rumah.

Dia mengatakan ada banyak faktor lain yang membuat siswa SMP menikah, salah satunya adalah suka sama suka.

"Yang kami dengar begitu, tetapi mungkin belum pas kita bilang kalau hal ini terjadi lantaran belajar daring atau BDR," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (26/8/2020).

Dikpora Lotim belum berani memastikan berapa banyak siswa umur SMP yang menikah selama pandemi. Dikpora Lotim tengah melakukan pendataan untuk mendapatkan data yang akurat.

"Saya sedang kumpulin data, belum bisa sekarang, supaya komprehensif penjelasannya," ujarnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo awalnya menjelaskan salah satu langkah untuk menekan angka stunting yaitu lewat konseling pranikah. Saat itu lah dia bercerita tentang pernikahan dini di NTB.

"Kemarin juga ada laporan di NTB yang karena daring e-learning dari sekolah, banyak chatting, akhirnya banyak nikah usia sekolah SMP. Kami sudah cek kejadiannya tidak lebih dari 6 anak," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenko PMK, Selasa (25/8).

(gbr/gbr)