Paman Anak Salah Tangkap di Makassar Minta Polisi Jujur

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 13:41 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Ilustrasi (dok. istimewa).
Makassar -

Abdul Karim, paman dari seorang anak yang diduga menjadi korban salah tangkap di Makassar MF (13) meminta polisi jujur. Abdul keberatan dengan keterangan polisi yang menyebut MF tak sengaja kena pukul.

"Istilahnya kita nggak boleh bohong kepada publik. Diceritakan lah lebih awal," kata Abdul Karim saat dimintai konfirmasi pada Rabu (26/8/2020).

Abdul Karim kembali menjelaskan bahwa keponakannya tersebut memang berada di lokasi tawuran karena sedang menuju ke Lelong atau pasar ikan untuk membeli ikan. MF kemudian terkejut karena orang-orang di jalan pada berlarian.

"Jadi dia ikut lari, saya tanya kenapa kamu lari, katanya ada kenalannya tetangga lari jadi dia ikut lari," beber Abdul.

Abdul menegaskan keponakannya memang sengaja dipukul sebagaimana keterangan MF. Dia juga membantah keterangan polisi bila MF tak sengaja MF kena tonjokan di depan kantor Polsek Bontoala.

"Jadi kejadiannya pas dikejar dia yang didapat, kerah bajunya yang dipegang terus dihantam pakai helm," beber Abdul.

Terkait fakta menurut keterangan MF, Abdul meminta polisi jujur. Dia mengaku sebenarnya tak ingin kasus dugaan salah tangkap ke MF tersebut semakin panjang.

"Dalam intinya saya mau kebenaran aja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, MF diduga menjadi korban salah tangkap polisi lantaran secara tak sengaja berada di badan jalan yang sedang terjadi tawuran. Polisi yang saat itu melakukan tugas pembubaran juga ikut membawa MF ke kantor polisi.

Tapi dalam keterangannya, polisi membantah dengan sengaja memukul MF. Polisi juga menyebut MF patut diduga ikut tawuran.

Kendati demikian, Provos disebut tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap oknum polisi yang diduga telah melakukan pemukulan tersebut.

"Sudah dilakukan pemeriksaan oleh Provos, keterangan yang didapatkan anak ini dipertanyakan bahwa anak ini dia kena pukul dan dia injak motor, tapi dilakukan pengecekan tidak terbukti," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/8).

(nvl/nvl)