ADVERTISEMENT

Bantah Salah Tangkap Anak di Makassar, Polisi: Dimungkinkan Dia Ikut Tawuran

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 17:11 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo
Foto: Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Polisi membantah telah melakukan salah tangkap terhadap seorang anak saat membubarkan tawuran di Kota Makassar. Anak yang disebut salah tangkap tersebut diduga kuat ikut terlibat dalam aksi tawuran.

"Anak ini berumur belasan tahun berada di tengah jalan pada pukul 03.00 Wita malam. Jadi memang dimungkinkan anak ini ikut tawuran," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/8/2020).

Peristiwa penangkapan anak remaja tersebut terjadi di wilayah Polsek Bontoala pada Jumat (21/8) lalu. Ibrahim mengungkapkan, awalnya polisi menerima laporan adanya tawuran di wilayah tersebut dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pembubaran.

"Ada beberapa anak muda lari kemudian dikejar, akhirnya diamankan lah 3 orang," kata Ibrahim.

Ibrahim melanjutkan, saat polisi hendak menurunkan 3 orang anak ke kantor polisi, salah seorang di antaranya berontak dan hendak melarikan diri.

"Pada saat itu spontan anggota yang memegang anak tersebut langsung berupaya lagi menangkap kembali. Tapi pada saat mengayunkan tangan untuk menangkap terkena kepalanya," jelasnya.

Ibrahim menegaskan jika anggota polisi yang saat itu mengamankan anak tersebut tidak sengaja melakukan pemukulan.

"Jadi klarifikasinya sebenarnya anak ini tidak dianiaya atau sengaja dipukul," tegasnya.

Polisi yang diduga melakukan pemukulan tersebut juga sudah dimintai keterangannya.

"Sudah dilakukan pemeriksaan oleh Provos, keterangan yang didapatkan anak ini dipertanyakan bahwa anak ini dia kena pukul dan dia injak motor, tapi dilakukan pengecekan tidak terbukti," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang anak berinisial MF (13) di Kota Makassar diduga jadi korban salah tangkap polisi. Paman MF, Abdul Karim (37) menyebut korban menderita luka lebam pada mata kirinya usai diduga dipukul polisi. Abdul menyebut dugaan salah tangkap hingga berujung penganiayaan itu dilakukan oleh aparat Polsek Bontoala. MF juga sempat menghilang dan belakangan diketahui MF ditahan di Polsek Bontoala.

"Tahu-tahunya pas pulang (ke rumah) babak belur mukanya (pada mata kiri)," kata Abdul saat dimintai konfirmasi, Senin (24/8) malam.

(nvl/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT