Kemenkes Jawab IDI dkk yang Kecewa Berat soal Pemilihan Konsil Kedokteran

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 10:15 WIB
Anggota Konsil Kedokteran Indonesia saat diambil sumpahnya di Istana Negara, Jakarta.
Anggota Konsil Kedokteran Indonesia saat diambil sumpahnya di Istana Negara, Jakarta. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menjelaskan pemilihan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dipersoalkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dkk. Kemenkes menyebut pemilihan anggota KKI sudah sesuai dengan aturan.

"Atas dasar Permenkes no 81/2019, MK mengusulkan calon anggota KKI yang memenuhi persyaratan kepada Presiden dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan masing-masing unsur," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Widyawati, saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Saat ditanya soal dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Menkes Terawan yang dituduhkan oleh IDI, Widyawati tidak memberikan komentar lebih jauh. Dia mengatakan penetapan anggota KKI sesuai dengan Permenkes Nomor 81 Tahun 2019.

"Sesuai di atas (Permenkes 81/2019)," katanya.

Jika dilihat pada Pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 81 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 496/Menkes/Per/V/2008 tentang Tata Cara Pengusulan Calon Anggota Konsil Kedokteran Indonesia. Aturan tersebut mengatur bahwa dalam hal pimpinan masing-masing unsur dan Konsil Kedokteran Indonesia periode berjalan:

a. tidak mengusulkan calon anggota Konsil Kedokteran Indonesia;

b. jumlah yang diusulkan kurang dari 2 (dua) kali dari jumlah wakil setiap unsur keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia; dan/atau

c. calon anggota Konsil Kedokteran Indonesia yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan, Menteri Kesehatan dapat mengusulkan calon anggota Konsil Kedokteran Indonesia kepada Presiden.

Menteri Kesehatan dapat mengusulkan calon anggota Konsil Kedokteran Indonesia kepada Presiden.