Penipu SMS yang Catut Nama Kasat Reskrim Majene Dihukum 1 Tahun Bui

Andi Saputra - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 15:11 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi palu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Majene menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada M Rizki (25) karena terbukti melakukan kejahatan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Yaitu M Rizki mengirim SMS kepada korban dengan mencatut nama Kasat Reskrim Polres Majene. Bagaimana cerita lengkapnya?

Hal itu tertuang dalam putusan PN Majene yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (24/8/2020). Kasus bermula saat terdakwa membuat banyak rekening di berbagai bank. Dalam aksinya, terdakwa berkomplot dengan temannya, Budi.

Setelah itu, Budi menyebarkan SMS ke banyak korban. Salah satunya seorang dokter. Budi mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan. Dalam SMS itu, Budi meminta korban mentransfer sejumlah uang yang akan digunakan untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta. Uang diminta ditransfer ke rekening M Rizki.

Korban awalnya tidak curiga dan mentransfer Rp 700 ribu ke M Rizki pada 27 Desember 2019. Namun korban mulai merasa aneh dan mengontak keluarga Pandu. Akhirnya kejahatan komplotan itu terbongkar. Polisi lalu mencari M Rizki dan menangkapnya, sedangkan Budi masih dalam pengejaran.

M Rizki akhirnya disidangkan di PN Majene. Dalam persidangan, terungkap lalu lintas uang di rekening M Rizki sangat banyak. Sehari-hari, M Rizki sebagai seorang ojek online.

Di persidangan, terdakwa mengaku hanya meminjamkan KTP-nya kepada teman lamanya. Terdakwa mengaku tidak mengetahui rekening itu menjadi alat kejahatan. Namun terdakwa mengetahui risiko jika buku rekening beserta ATM dipindahtangankan kepada orang lain.

"Setelah saya ditangkap, saya baru mengetahui jika dia telah meninggal dunia," kata terdakwa.