Gubernur HD Bakal Rombak Konstruksi Jembatan Gantung Desa Ujan Mas

Reyhan Diandri - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 16:06 WIB
Herman Deru
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta - Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau secara langsung kondisi jembatan gantung yang ada di Desa Ujan Mas Lama, kabupaten Muara Enim pada hari Kamis (20/8). Peninjauan itu dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi jembatan gantung tersebut, mengingat selama ini jembatan itu menjadi akses penting di kawasan itu.

Herman Deru mengatakan dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) berencana melakukan penggantian kontruksi jembatan yakni dengan kontruksi baja atau beton. Oleh karena itu, ia mengaku butuh kajian teknis dari pihak terkait di samping peran dan andil serta masyarakat utamanya yang terkait dengan pembebasan lahan.

"Saya merespons, karena itu kita butuh kerja sama termasuk masyarakat utamanya terkait dengan pembebasan lahan," tegas Herman Deru, dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2020).

Herman Deru mengatakan pembangunan jalan saat ini masih dalam tahap pengecekan terkait dengan kelayakan, apakah jembatan ujan mas tersebut memungkinkan dapat dijadikan jembatan konstruksi baja agar dapat dilewati kendaraan roda empat.

"Saya minta pihak terkait memberikan laporan apa fungsi dari jembatan yang akan dibangun ini. Karena saya tidak mau jembatan ini hanya menjadi hiasan dan keberadaannyan tidak banyak memberikan dampak bagi kesejahteraan atau malah menguntungkan pihak-pihak tertentu saja," ujar Herman Deru.

Herman Deru menjelaskan pengerjaan pembangunan jembatan desa Ujan Mas harus harus segera dilakukan karena sangat berpengaruh kepada masyarakat.

"Saya sebagai gubernur mendukung ini dan ingin ini segera terbangun agar mempersingkat lalulintas warga," imbuhnya.

Herman Deru pun meminta kepada pihak terkait agar memberikan laporan yang jelas kepada Pemprov Sumsel agar tidak ada dampak negatif di kemudian hari setelah jembatan permanen dibangun.

"Unsur pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten Muara Enim. Saya tunggu laporannya sampai ada masalah di kemudian hari," pungkasnya. (mul/ega)