Gubernur Sumsel Minta Bupati & Wali Kota Gas Pol Bangkitkan Pertanian

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 11:48 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: dok Pemprov Sumsel
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru kini tengah fokus terhadap kesejahteraan petani. Bahkan ia meminta seluruh kabupaten ikut fokus bangkitkan pertanian untuk tingkatkan kesejahteraan petani.

"Kita harus jaga semangat petani agar tak mengalihfungsikan lahan pertanian. Untuk sekarang kita posisi empat besar nasional, dengan perbaikan data dan SDM, injak gas sedikit dan kita gas pol," ujar Herman Deru kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Setelah ada perbaikan SDM dan luas lahan, Herman Deru optimis pertanian di Sumsel, yakni Banyuasin dapat mengejar pertanian di Indramayu. Pria yang akrab disapa HD ini optimis setelah sempat ikut panen raya di Banyuasin pada Minggu (16/8) kemarin.

Target itu harus dibarengi peraturan bupati setempat. Sehingga lahan yang ada dapat dimaksimalkan untuk pertanian dan tidak dialihfungsikan menjadi perumahan atau investasi lainnya.

"Indonesia dengan anugerah alam yang sangat subur, sangat mungkin menjadi lumbung pangan dunia. Sumsel dengan hasil pangan berlimpah dan menjadi nomor lima penghasil pangan terbesar nasional sangat berpotensi menjadi gerbang ekspor," kata HD.

Untuk meralisasikan hal itu, provinsi maupun kabupaten harus jalan beriringan. Salah satunya membedah poin-poin yang harus diperbaiki agar bisa bersaing dengan pulau Jawa.

"Harus kita bedah masalahnya apa. Misal Indramayu bisa panen tiga kali, kenapa kita tidak bisa. Kemudian Indramayu bisa panen 6-7 ton per hektare, kita baru 4-5 ton, kita cari masalahnya di mana," beber HD.

Target Sumsel dan kabupaten bisa masuk tiga besar penghasil pangan nasional, HD berharap tak hanya peningkatan produksi pertanian saja. Tahun depan ia berencana menyiapkan 1.000 tenaga pendampingan khusus pertanian.

"1000 pemdamping yang akan kita angkat itu akan kita bagi per zona. Jadi pak bupati Banyuasin (Askolani) ini nggak boleh slow," katanya.

Sementara itu Bupati Banyuasin, Askolani menyebut keberhasilan meraih peringkat keempat penghasil padi nasional tak lepas dari dukungan gubernur. Termasuk melalui program SERASI 68.000 hektare.

"Sejak dibantu pak gubernur, petani yang tadinya panen sekitar 3-4 ton per hektare meningkat menjadi 4-6 ton. Biasa sekali panen, sejak dibantu Gubernur sekarang bisa 2 kali setahun. Baik melalui program SERASI 68.000 hektare dan bantuan lain," lata Askolani.

Lebih jauh, Askolani mengaku kini sangat percaya diri bahwa Banyuasin bisa segera menyusul Indramayu. Selain semangat petani Banyuasin yang memang besar untuk mempertahankan lahannya, juga potensi mereka yang sangat besar untuk memperluas areal tanam.

"Kalau daerah jawa kan tidak mungkin lagi. Sementara kita masih sangat mungkin menambah luas tanam itu. Dibandingkan daerah lain di Indonesia kita sangat bisa sekali, makanya kita percaya diri sekali," katanya.

Tonton video 'Cegah Krisis Pangan Kementan Siapkan 30 ribu Hektar Lahan di Kalteng':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/ega)