Anies Atur Gage Motor, Golkar Khawatir Transportasi Publik Jadi Klaster Corona

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 06:52 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona di transportasi publik (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Fraksi Golkar DPRD DKI mempertanyakan apa tujuan adanya aturan ganjil genap untuk motor di Jakarta. Golkar menyebut tidak ada korelasi aturan itu dengan pengendalian kasus COVID-19 di Jakarta.

"Saya belum memahami apa maksud dan tujuan kebijakan ganjil genap untuk motor ini, apa untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 atau untuk mengurangi kemacetan? Karena kalau sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19, apa korelasinya?," kata Sekretaris F-Golkar DKI, Judistira, kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Judistira menilai justru aturan ganjil genap motor dapat menyulitkan pergerakan masyarakat. Terlebih lagi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Ini kan menyulitkan pergerakan masyarakat berpenghasilan rendah yang katakanlah mencoba untuk tetap bekerja mencari nafkah di tengah situasi ekonomi yang serba sulit," ujarnya.

Judistira khawatir adanya ganjil genap motor dapat memunculkan klaster baru virus Corona di transportasi publik. Mengingat transportasi publik saat ini belum memadai, apalagi jika ditambah para pemotor yang berpindah ke angkutan umum.

"Menambah kekhawatiran kami, Fraksi Golkar, bahwa transportasi publik bisa menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Tentu kita harapkan tidak, tapi ini menjadi kekhawatiran kami," tuturnya.

Tonton juga 'Pro-Kontra Wacana Ganjil-Genap Motor di DKI':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2