Sebelum Wacana Pendidikan Militer, Pernah Ada WNI Ikut Wamil Singapura

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 14:26 WIB
Tentara Negara Singapura yang tergabung dalam KNKT Singapura yang siap membantu proses pencarian pesawat Naas Air Asia QZ8501 tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (1/1/2015). Mereka menurunkan peralatannya dari pesawat besar yang mereka bawa dan di loading menuju helikopter miliknya untuk segara ikut di dalam KRI yang berada di utara Laut Jawa dan Selat Karimata.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah mewacanakan pendidikan militer agar kaum milenial punya rasa cinta Tanah Air. Sebelum wacana pendidikan militer ini muncul, dulu sempat ada isu warga negara Indonesia (WNI) ikut wajib militer (wamil) di negara tetangga.

Pendidikan militer bagi mahasiswa dalam Program Bela Negara ditujukan untuk memupuk rasa cinta Tanah Air. Anak muda dengan cinta Tanah Air di dada itu bakal masuk dalam Komponen Cadangan (Komcad), bisa diterjunkan ke medan perang bila sewaktu-waktu pemerintah butuh.

"Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya," kata Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam diskusi online bersama Komunitas Uzone yang disampaikan melalui siaran pers, Minggu (16/8) lalu.

Ngomong-ngomong soal cinta tanah air, beberapa tahun lalu pernah ada isu menyeruak yang mengusik rasa cinta tanah air orang Indonesia. Disebut-sebut, ada warga negara Indonesia (WNI) yang ikut wajib militer Singapura, negara di sebelah timur Riau itu.

Dilansir dari BBC, semua pria di Singapura yang berusia di atas 18 tahun harus menjalani wamil selama dua tahun lamanya. Baik dengan angkatan bersenjata, polisi, maupun kekuatan pertahanan sipil lainnya.

Permanent Resident harus wamil

Pemerintah Singapura mewajibkan anak laki-laki generasi kedua yang mendaftar sebagai permanent resident (PR) untuk menjalani wamil. Padahal ada ratusan warga negara Indonesia (WNI) menetap di Singapura.

Orang berstatus permanent resident, atau istilah lainnya adalah 'pemegang izin tinggal tetap', mendapat fasilitas layaknya warga negara Singapura, antara lain mendapat subsidi pendidikan, kesehatan, dan tabungan jaminan sosial.

Namun konsekuensinya, pemegang izin tinggal tetap mewajibkan anaknya ikut wajib militer atau istilah Singapura-nya adalah National Service/NS. Si anak harus mendaftar saat usianya 16,5 tahun dan ikut wamil selama dua tahun saat usianya sudah 18 tahun.

"Pelamar pria yang diberi status PR sebagai mahasiswa asing atau di bawah sponsor orang tua mereka diharuskan mendaftar ke NS setelah mencapai usia 16½ tahun dan akan dijadwalkan untuk pendaftaran secepat mungkin setelah mencapai usia 18 tahun," demikian keterangan yang tertulis untuk menjadi permanent resident dalam situs pemerintah Singapura (ica.gov.sg), diakses detikcom Jumat (21/8/2020).

Tonton video 'Prabowo Berkomitmen Sukseskan Pemerintahan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3