Viral Warga Meninggal Overdosis Usai dari Diskotek di Jakbar, Begini Faktanya

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 22:05 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sebuah kabar viral di media sosial menyebutkan adanya warga inisial BPR (36) ditemukan meninggal di sebelah Diskotek Pujasera, Jakarta Barat (Jakbar). Korban disebut meninggal akibat overdosis (OD) sesuai mengunjungi diskotek tersebut.

Kapolsek Tamansari AKBP Abdul Ghofur membantah kabar viral itu. Namun, dia mengatakan pihaknya memang menemukan seorang warga yang meninggal di dekat diskotek tersebut.

"Enggak ada, enggak benar itu. Memang ada yang meninggal, tapi kita enggak tahu apa dari (diskotek) Pujasera atau enggak. Tapi yang jelas dia meninggalnya di depan Indomaret sebelah diskotek itu," kata Ghofur ketika dihubungi wartawan, Kamis (20/8/2020).

Ghofur mengatakan peristiwa penemuan warga yang meninggal tersebut terjadi pada Minggu (16/8) pukul 07.30 WIB. Kala itu petugas sekuriti Indomaret menemukan korban yang sudah dalam keadaan terduduk lemas dan pucat.

Korban yang merupakan warga domisili Cakung, Jakarta Timur, ini kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Nahas, nyawa korban tidak tertolong.

Namun, Ghofur mengatakan korban tidak meninggal akibat overdosis. Dia mengatakan dari keterangan pihak keluarga korban, diketahui korban memang tengah mengidap penyakit ginjal dan berencana untuk cuci darah.

"Kita sudah hubungi ibu kandungnya, dia bilang korban sakit ginjal dan mau cuci darah," sebut Ghofur.

Terkait dugaan Diskotek Pujasera yang beroperasi di tengah masa PSBB transisi, Ghofur mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan dan belum mengetahui kabar dibukanya diskotek tersebut.

Dia menambahkan, jika diskotek tersebut benar beroperasi, maka pihak Satpol PP yang akan memberikan tindakan mengingat hal tersebut bertentangan dengan aturan selama masa PSBB transisi di Jakarta.

Lebih lanjut Ghofur mengatakan, pihaknya memastikan kabar warga yang meninggal akibat overdosis tersebut merupakan kabar bohong semata. Dia menyebutkan dari hasil pemeriksaan jenazah di rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda korban overdosis.

"Jadi bukan OD kalau OD kan ada tanda-tandanya mulut berbusa kelihatan kan. Kita lihat mayatnya nggak ada tanda-tanda itu, kaya orang biasa tidur aja," pungkas Ghofur.

(rfs/rfs)