Round-Up

Narasi Penyuapan Vs Pemerasan di Penangkapan Ketua Projo Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 09:03 WIB
Ilustrasi suap, ganti rugi
Ilustrasi suap (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Palembang -

Tiga pengurus ormas Pro Jokowi (Projo) Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap polisi atas dugaan pemerasan. Salah satu orang yang ditangkap ialah Ketua DPD Projo Sumsel berinisial FY.

Namun, seiring berjalannya kasus ini, muncul juga narasi bahwa yang terjadi adalah kasus penyuapan. Narasi terjadinya penyuapan muncul karena ada uang Rp 50 juta yang diamankan polisi saat penangkapan.

Polisi masih mendalami kasus ini. Selain memeriksa tiga pengurus Projo Sumsel, polisi memeriksa pihak terlapor.

"Terkait korban memberikan uang ini juga masih kami dalami. Kenapa memberikan uang kalau nggak ada salah, peran-peran ketiga oknum ormas juga kita dalami lagi," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Mapolda Sumsel, Selasa (18/8/2020).

Ketiga pengurus Projo Sumsel yang ditangkap ialah FY, RS, dan E. Mereka ditangkap Reskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) pada 12 Agustus lalu dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun ketiganya tidak ditahan.

Hasil gelar perkara, polisi menegaskan tidak ditemukan ada keterkaitan antara organisasi dan pemerasan tiga oknum tersebut. Ketiganya dijerat Pasal 368 KUHP.

"Mereka kita jerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Proses hukum tetap jalan dan terus kita periksa pihak-pihak terkait," kata Supariadi.

Polisi menyatakan menangani kasus ini secara independen. Kepada polisi, pelapor mengaku merasa gerah karena diperas dan menerima ancaman.

"Ada ancaman dan sebagainya. Makanya dilaporkan sama kita dan karena polisi ya kita proses. Barang bukti ada uang sebesar Rp 50 juta dan ada juga HP sebagai alat komunikasi," kata Kapolres OKI AKBP Alamsyah Paluppey saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Ketiganya telah ditetapkan tersangka, tapi sehari ditahan dan besoknya kita tangguhkan karena kondisi kesehatan, ini akan berpengaruh kepada tahanan lain maka kita tangguhkan dan itu kewenangan polisi," imbuhnya.

Projo Bicara Narasi Penyuapan

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengatakan tidak ada pemerasan dalam kasus itu. Dia mengatakan pengurus Projo Sumsel justru disuap.

"Menegaskan kejadian kemarin bukan kasus pemerasan, melainkan itu adalah kasus penyuapan oleh oknum kepala OPD kepada Projo terkait laporan dugaan kasus korupsi yang dilaporkan DPC Projo di Polres OKI," kata Budi Arie dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).

Budi menuturkan pihaknya akan membuat laporan dugaan penyuapan. Selain itu, Budi mengatakan oknum penyidik akan diadukan.

"DPD Projo akan mengadukan oknum penyidik Polres OKI yang diduga ikut bersekongkol dengan terduga pelaku korupsi yang ditangani, bahkan ikut merekayasa penjebakan untuk mempidanakan pelapor kasus korupsi," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2