Round-Up

Nasib Malang Kakek-Nenek di Makassar, Akses Ditembok Hingga Terhalang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 21:32 WIB
Akses rumah lansia di Makassar dipagari tembok (Hermawan-detikcom).
Foto: Akses rumah lansia di Makassar dipagari tembok (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Hamzah Daeng Lallo (68) dan Halimah Daeng Tanang (77) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terjebak di dalam rumahnya. Pasutri ini tidak bisa keluar rumah karena akses jalan rumahnya tertutup tembok.

Rumah Hamzah dan Halimah lokasiya terletak di Jalan Aroepala 3, RW 05/RT 04, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Makassar. Halimah menceritakan akses menuju rumahnya sudah mulai ditembok tanpa pemberitahuan pada Sabtu 15 Agustus 2020.

"Tertutup semua sekarang, tidak bisa lagi lewat, tidak bisa masuk juga. Sabtu (15/8) pagi itu sudah mulai dibongkar pagar seng, baru dibangun pagar tembok," kata Halimah saat ditemui detikcom, Selasa (18/8/2020).

"Saya ada di rumah (saat pekerja bangun tembok). Sabtu saya terjebak minggu sore baru keluar," imbuhnya.

Halimah akhirnya bisa keluar dari rumahnya berkat bantuan anak-anaknya.

Salah seorang menantu Halimah, Megawati mengungkapkan pihaknya langsung berupaya mengeluarkan kedua orangtua mereka.

Menurut Megawati, suaminya sempat mengirim makanan ke kedua orangtuanya itu saat tembok sudah mulai dibangun setinggi dagu orang dewasa.

"Sempat ji kami kirim makanan ke Mama, karena pagarnya masih sebatas dagunya ji suamiku, masih bisa kirim-kirim makanan ke sebelah. Tapi Minggu mulai pembangunannya lagi, sampai di atas seng (atap)," tuturnya.

Prihatin dengan kondisi orang tuanya yang terjebak di dalam rumah, Megawati bersama suaminya kemudian melapor ke Polsek agar orang tuanya bisa keluar.

"Polsek datang dibongkar, tapi setelah keluar ibu bapak dia tutup lagi," ujar dia.

Sementara itu, Halimah mengungkapkan dia dan suaminya sudah tinggal di rumahnya sejak tahun 1978 silam.

Suatu ketika ada usaha warung kopi yang membeli tanah yang merupakan jalanan menuju akses rumahnya.

"Saya asli sini, sejak 1978 sini, ini warkop jadi mi jalanan baru beli tanah. Tapi saya sebelum ada jalanan, saya masih hutan di sini sudah tinggal di sini," kata Halimah.

Halimah berharap ada keadilan agar akses jalan menuju rumahnya dapat kembali terbuka.

"Keadilan yang kami butuhkan, jalanan yang kami butuhkan. Pakaian yang ku pakai ini saja pakaian sejak hari Sabtu ji.Yang kami perlukan, jangan sampai keadilan tumpul ke atas tajam ke bawah," imbuhnya.

Halimah bersama suaminya kini harus mengungsi sementara waktu ke rumah anaknya karena akses menuju rumahnya sudah tertutup total

(aan/idn)