Satgas Soroti 3 Kegiatan Tak Patuh Protokol COVID-19 Termasuk Deklarasi KAMI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 16:41 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menyoroti sejumlah kegiatan publik yang minim protokol kesehatan. Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta juga disorot.

Wiku awalnya menerangkan dalam berkegiatan tidak boleh lengah untuk menerapkan protokol COVID-19. Namun faktanya, menjelang dan sesudah perayaan 17 Agustus kemarin, ada kegiatan masyarakat yang masih tidak menjalankan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker.

"Kami ingin menyampaikan tentang pesan protokol kesehatan bahwa kita tak boleh lengah dan ternyata dengan perayaan 17 Agustus dengan kegembiraan di masyarakat terlihat ada beberapa hal yang terjadi dan semoga tak terulang di masa depan," ujar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/8/2020).

"Pertama ada kegiatan sepeda santai yang diikuti lebih dari 3 ribu orang pada 16 Agustus. Terlihat sebenarnya banyak kerumunan yang cukup dekat dan sebagian tidak menggunakan masker, kami mohon agar anggota masyarakat dan pimpinan daerah betul-betul perhatikan hal ini agar tak terjadi di masa yang akan datang," lanjut dia.

Selain itu, Wiku juga menyoroti kegiatan live musik yang digelar pada 15 Agustus 2020 kemarin. Kegiatan live musik di wisata alam Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah itu disebut banyak pengunjung yang tak pakai masker.

"Jadi mohon kesadaran masyarakat untuk betul-betul disiplin gunakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan," terangnya.

Dan terkini, pemerintah dalam hal ini Satgas COVID-19 juga menyoroti kegiatan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta. Menurut Wiku, ada sebagian peserta aksi yang tak menggunakan masker.

"Yang terkini pada hari ini ada aksi masyarakat dari deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi di Jakarta dan ini juga terlihat kerumunan massa yang cukup besar dan sangat berdekatan, sebagian ada yang menggunakan masker, dan cukup banyak yang tidak menggunakan masker atau maskernya digunakan dan diturunkan di dagu," kata Wiku.

"Hal-hal seperti ini kami mohon sekali lagi perhatian anggota masyarakat bahwa apa yang kita capai secara bersama dan berusaha susah payah, yang tadi ditunjukkan dengan zonasi risiko itu menggambarkan tingkat penularan, apabila kejadian seperti ini terulang, maka klaster yang tadi dipertanyakan banyak pihak, itu akan muncul dan ini harus kita cegah agar betul-betul kondisi aman COVID di Indonesia bisa terjadi," sambung dia.

Untuk itu, Wiku mengingatkan lagi agar protokol kesehatan dijalankan. Mulai dari menjaga jarak hingga menggunakan masker. Dia menyebut dengan tertib menjalankan protokol kesehatan, kegiatan ekonomi sosial ekonomi juga bisa terkendali.

"Jadi mohon agar disiplin menggunakan masker, jaga jarak karena apa yang sudah terjadi sebuah refleksi dari kegembiraan yang ada di masyarakat sehingga lupa atau menyampingkan protokol kesehatan," ujar Wiku.

Lihat video 'Din Syamsuddin: Sangat Mungkin Ada yang Gembosi KAMI':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/dhn)