Din Syamsuddin cs Kumpul di Tugu Proklamasi Jelang Deklarasi KAMI

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 10:31 WIB
Sejumlah tokoh berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Meyelamatkan Indonesia (KAMI).
Sejumlah tokoh berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Meyelamatkan Indonesia. (Luqman/detikcom)
Jakarta - Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh berkumpul di Lapangan Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat. Din dan sejumlah tokoh akan mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Pantauan detikcom, Din dan sejumlah tokoh sudah berkumpul di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Massa juga sudah memadati lokasi.

Para tokoh sudah berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).Para tokoh sudah berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan KAMI. (Luqman Nurhadi/detikcom)

Selain Din, tokoh yang hadir di antaranya Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, Meutia Farida Hatta, dan MS Kaban. Hadir pula Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, dan Ichsanuddin Noorsy.

Puluhan aparat keamanan berjaga di sekitar pintu masuk Tugu Proklamasi. Para peserta yang hadir diminta mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh. Massa tampak menggunakan masker, meski sulit berjaga jarak, karena banyaknya peserta yang hadir.

Adapun susunan acara deklarasi ini dibuka dengan lagu 'Indonesia Raya', pembacaan teks proklamasi, pembukaan UUD '45, dan Pancasila. Selanjutnya, akan dibacakan deklarasi Menyelamatkan Indonesia sebagai pertanda pendirian KAMI.

Namun, sebelum itu, didahului dengan pembacaan Jatidiri KAMI. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maklumat Menyelamatkan Indonesia.

Sebelumnya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pimpinan Din Syamsuddin menyita perhatian publik, terutama para politikus lintas partai. PDIP memprediksi KAMI akan menjadi organisasi masyarakat atau partai politik.

"Beberapa deklarator yang ada kami kenal dengan baik. Namun ada juga nama-nama 'langganan' yang selalu muncul di banyak forum serupa. Kita harus menanti rencana kerja setelah deklarasi, apakah akan berlanjut sebagai ormas, terus menjadi parpol, apa bagaimana. Masih harus kita tunggu," kata politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Senin (17/8). (zak/zak)