5 Tahun Beroperasi, Klinik di Jakpus Aborsi 2.638 Janin di 2019-2020

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 15:22 WIB
Polisi rilis kasus aborsi ilegal di Senan, Jakpus
Polisi merilis kasus aborsi ilegal di klinik di Raden Saleh, Senen, Jakpus (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap klinik di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat, sudah beroperasi selama 5 tahun. Selama kurun waktu 2019-April 2020, klinik tersebut telah mengaborsi ribuan janin.

"Klinik tersebut sudah operasi selama 5 tahun dan yang paling unik, dalam data yang kita lakukan penggeledahan ini, didapatkan terhitung mulai Januari 2019-10 April 2020, terdatakan pasien aborsi sebanyak 2.638 pasien," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Berdasarkan data tersebut, diperkirakan klinik tersebut melakukan tindakan aborsi kepada 5-7 pasien setiap harinya.

"Belum lagi kalau kita merunut ke belakang, kalau asumsinya itu adalah 5 tahun klinik itu beroperasi. Namun data dari 2019-April 2020 sebanyak 2.638 pasien," kata Tubagus.

Lebih lanjut Tubagus mengatakan para pasien datang ke klinik dengan menghubungi call center terlebih dahulu dan membuat janji. Ada pula yang datang langsung ke klinik tersebut.

"Mekanismenya adalah, pasien telpon ke call center atau langsung datang ke klinik atau janjian, kemudian pasien dijemput," katanya.

Setelah itu pasien mendaftar di resepsionis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap pasien, termasuk pemeriksaan USG.

"Ada tujuh step sampai pelaksanaan aborsi," imbuhnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap 17 orang tersangka. Mereka terdiri atas 3 dokter, 1 bidan, 2 perawat, 4 pengelola klinik, 4 orang turut membantu melakukan, serta 3 orang pasien dan pengantar.

Tubagus kemudian menjelaskan, empat pengelola klinik tersebut bertugas sebagai negosiator dengan pasien serta melakukan penerimaan dan pembagian uang. Sedangkan empat orang yang turut serta diamankan bertugas mengantar-jemput pasien, membersihkan janin, hingga calo.

Sedangkan tiga orang lainnya merupakan pasien dan yang mengantarkan ke klinik tersebut.

"Jadi tiga orang yang melakukan aborsi itu ya. Artinya satu pasangan dan kemudian orang yang menyuruh melakukan tindakan itu. Jadi total semuanya ada 17 orang tersangka yang kita amankan," ungkap Tubagus.

Para pelaku dikenai pasal sesuai dengan peran masing-masing. Ada tiga pengelompokan jeratan hukum bagi para tersangka, yakni Pasal 299, 246, 348, dan 349 KUHP. Kedua, para tersangka juga akan dijerat dengan Pasal 194 juncto 75 Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Klinik aborsi ini terbongkar setelah polisi menyelidiki kasus pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Hu. Dalam pemeriksaan polisi, tersangka utama Sari Sadewa mengaku membunuh korban yang juga bosnya di pabrik roti itu karena sakit hati dihamili oleh korban.

Namun korban tidak mau bertanggung jawab dan menyuruhnya menggugurkan kandungannya. Kepada polisi, Sari Sadewa juga mengaku diberi uang Rp 15 juta oleh korban untuk menggugurkan kandungannya itu pada 2018.

Dalam kasus pembunuhan itu, selain Sari Sadewa, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy, dan AKP Rulian juga menangkap tersangka Alfiyan, Fitri, dan Suyanto. Saat ini polisi masih memburu lima orang yang masuk DPO lainnya dalam kasus pembunuhan tersebut.

Tonton juga video 'Ironis! Pasien Aborsi Ilegal di Jakpus Rata-rata Hamil di Luar Nikah':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)