Terkuak di Kasus Pembunuhan WN Taiwan, Klinik Aborsi di Jakpus Dibongkar

ADVERTISEMENT

Terkuak di Kasus Pembunuhan WN Taiwan, Klinik Aborsi di Jakpus Dibongkar

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 13:41 WIB
Terkuak dari Kasus Pembunuhan WN Taiwan, Klinik Aborsi di Jakpus Dibongkar
Polisi merilis penangkapan pelaku terkait klinik aborsi di Senen, Jakpus (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kasus pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Hu dengan tersangka Sari Sadewa berbuntut panjang. Setelah Sari Sadewa membuat pengakuan membunuh korban lantaran dihamili korban dan diminta menggugurkan kandungannya, polisi membongkar klinik aborsi tersebut.

"Pada saat itu, kehamilannya digugurkan dengan biaya oleh korban sendiri dengan upaya untuk gugurkan kandungannya. Dari situ dikembangkan oleh tim dengan dipimpin langsung oleh Resmob untuk mengembangkan pengguguran kandungan oleh SS itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan sata jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Dari pengembangan tersebut, polisi membongkar klinik aborsi tersebut pada 3 Agustus 2020. Klinik itu berada di Jl Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

"Berhasil mengamankan 17 orang," kata Yusri.

Yusri mengatakan klinik aborsi itu dibongkar berdasarkan informasi awal dari tersangka Sari Sadewa, yang mengaku telah menggugurkan kandungannya di tempat tersebut. Sari mengaku aborsi itu dibiayai oleh Hsu Ming Hu.

"Jadi ini terungkap dari kejadian adanya pembunuhan WN Taiwan, yang saat ini masih kita lakukan pengejaran terhadap DPO sebagai eksekutor," kata Yusri.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan kasus ini merupakan pengembangan dari tersangka Sari Sadewa, yang mengaku melakukan aborsi di klinik tersebut.

"Pertama peristiwa aborsi yang tidak sesuai ketentuan dan sudah diamankan 17 orang tersangka," kata Tubagus.

Ke-17 tersangka itu adalah 3 orang dokter, 1 orang bidan, 2 perawat, 4 orang pengelola, dan 4 orang turut membantu melakukan, serta 3 orang pasien.

Seperti diketahui, sebelumnya polisi menangkap Sari Sadewa atas kasus pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Hu, yang juga bosnya di pabrik roti di Cikarang, Bekasi. Dalam pemeriksaan, Sari Sadewa mengaku membunuh korban karena merasa sakit hati pernah dihamili korban.

Namun korban tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya itu dan menyuruhnya menggugurkan kandungan. Sari mengaku diberi uang Rp 15 juta oleh korban untuk menggugurkan kandungannya tersebut pada 2018.

Belakangan terungkap, Sari Sadewa juga ternyata ingin menguasai harta milik korban. Dia kemudian menyewa pembunuh bayaran sebesar Rp 150 juta untuk membunuh korban.

Para eksekutor kemudian membunuh korban di rumahnya di Cikarang, Bekasi, pada 24 Juli 2020. Setelah itu, jasad Hsu Ming Hu dibuang di Sungai Citarum, Subang, dan baru ditemukan pada 26 Juli 2020.

Selain Sari Sadewa, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy, dan AKP Rulian menangkap tersangka Alfiyan, Fitri, dan Suyanto. Saat ini polisi masih memburu 5 orang DPO lainnya dalam kasus pembunuhan tersebut.

Lihat video 'Terungkap! WN Taiwan Sempat Melawan Sebelum Dibunuh':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT