Anies Bilang We Don't Know What We Don't Know soal Pandemi, PDIP: Keliru!

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 12:44 WIB
Ketua Fraksi DPRD DKI Gembong Warsono
Gembong Warsono (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut situasi pandemi COVID-19 seperti masuk ke wilayah tanpa peta. Menurutnya, hal itu sebuah kekeliruan.

"Sangat keliru. Jangan seolah-olah kerja tanpa arah," ujar Gembong saat dihubungi, Selasa (18/8/2020).

Gembong menerangkan selama ini WHO, Kementerian Kesehatan RI, hingga Gugus Tugas telah memberikan panduan seputar penanganan virus Corona. Oleh karena itu, Gembong tak sepakat situasi pandemi COVID-19 diibaratkan seperti masuk ke wilayah tanpa peta.

"Tapi kalau diibaratkan masuk dalam hutan belantara yang belum ada petanya, ya nggak juga, pedoman penanganan COVID-19 kan ada, WHO ada, Kemenkes ada, Gugus Tugas ada, apa yang nggak ada?" ucapnya.

Meski demikian, Gembong menyebut pernyataan Anies itu bertujuan memotivasi anak buahnya agar bekerja dengan maksimal dalam rangka penanganan COVID-19. Dia berharap, dengan Anies mengatakan hal demikian, jajarannya dapat membuat inovasi untuk penanganan virus Corona.

"Apa yang disampaikan Pak Anies kepada SKPD dalam rangka memotivasi untuk bekerja dengan maksimal, bekerja dengan terobosan, inovasi, jangan bekerja dengan ritme biasa, harus luar biasa, saya sepakat," katanya.

"Sekarang tinggal bagaimana Pak Anies dengan segudang pengalamannya mampu menggerakkan semua elemen masyarakat Jakarta, satu arah, satu tujuan memerangi penyebaran COVID-19. Sebab, saat ini yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif, untuk menjadikan protokol kesehatan sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari kita," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI menyempatkan diri membaca perkembangan pandemi virus Corona. Khususnya yang terkait dengan bidang masing-masing.

Hal itu diungkapkan dalam rapat pimpinan pada (7/8) membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Video rekaman rapat tersebut baru diunggah ke channel YouTube Pemprov DKI Jakarta pada (15/8) lalu.

"Bapak-Ibu sekalian, di hari-hari ke depan ini sebisa mungkin Bapak-Ibu menyempatkan membaca perkembangan terkait dengan pandemi yang relevan dengan bidang Bapak-Ibu. Di era modern ini, pandemi ini kejadiannya 100 tahunan," ujar Anies dalam video yang disiarkan di channel YouTube Pemprov DKI Jakarta seperti dilihat detikcom, Selasa (18/8).

Anies mengatakan saat ini sedang berada di situasi serba ketidaktahuan dalam menghadapi COVID-19. Situasi tersebut seperti masuk ke wilayah yang belum ada petanya.

"Kita sekarang dalam situasi we don't know what we don't know, kita ini tidak tahu apa yang tidak kita ketahui. Jadi kalau perjalanan itu kita masuk ke kawasan yang belum ada petanya. Ini agak babat alas ini. Tapi tidak banyak yang sekarang itu mau mengungkapkan di publik, hampir semua mengatakan tahu apa yang harus dikerjakan, yang biasa mengatakan begitu analis-analis. Ini situasinya rumit, tidak sederhana," ucapnya.

Tonton video 'Anies Pertanyakan soal Framing Kebijakan yang Intoleran di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)