Anies soal Pandemi: We Don't Know What We Don't Know

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 12:41 WIB
Menggunakan masker, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota, Jakarta di hari pertama masa PSBB transisi, Jumat (5/6).
Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI menyempatkan diri membaca perkembangan pandemi virus Corona. Khususnya yang terkait dengan bidang masing-masing.

Hal itu diungkapkan dalam rapat pimpinan pada (7/8) membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Video rekaman rapat tersebut baru diunggah ke channel YouTube Pemprov DKI Jakarta pada 15 Agustus lalu.

"Bapak-Ibu sekalian, di hari-hari ke depan ini sebisa mungkin Bapak-Ibu menyempatkan membaca perkembangan terkait dengan pandemi yang relevan dengan bidang Bapak-Ibu. Di era modern ini, pandemi ini kejadiannya 100 tahunan," ujar Anies dalam video yang disiarkan di channel YouTube Pemprov DKI Jakarta seperti dilihat detikcom, Selasa (18/8/2020).

Anies mengatakan saat ini sedang berada di situasi serba ketidaktahuan dalam menghadapi COVID-19. Situasi tersebut seperti masuk ke wilayah yang belum ada petanya.

"Kita sekarang dalam situasi we don't know what we don't know, kita ini tidak tahu apa yang tidak kita ketahui. Jadi kalau perjalanan itu kita masuk ke kawasan yang belum ada petanya. Ini agak babat alas ini. Tapi tidak banyak yang sekarang itu mau mengungkapkan di publik, hampir semua mengatakan tahu apa yang harus dikerjakan, yang biasa mengatakan begitu analis-analis. Ini situasinya rumit, tidak sederhana," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menegaskan masa pandemi virus Corona ini belum berakhir. "Kalau ada yang mengatakan COVID-19 ini selesai, tidak," katanya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, dengan membaca, akan muncul ide membuat program atau antisipasi kebijakan di masa pandemi. Anies mencontohkan angka kehamilan di masa pandemi ini kalau tidak dapat diantisipasi sebelumnya akan ada lonjakan di tempat bersalin.

"Jadi Pak Asisten coba bayangkan kalau Bapak minta data persalinan di Jakarta itu bed occupancy ratio-nya seperti apa, terus Bapak proyeksikan Maret sampai Agustus jumlah kehamilannya berapa, nanti bed occupancy ratio sembilan bulan kemudian berapa? Jangan sampai 9 bulan kemudian puskesmas kita kekurangan tempat," katanya.

"Dari sekarang bidan, rumah bidan dikumpulkan 'ayo kerja sama dengan pemerintah', kenapa? Antisipasi tingkat kelahiran yang meningkat. Apakah ini karena pinter? Ini soal mau baca atau tidak baca. Karena itu, saya minta semua jajaran baca implikasi pandemi pada tiap urusan masing-masing. Nanti insyaallah akan ketemu inspirasi yang relevan dengan Bapak-Ibu semua," imbuhnya.

Simak juga video 'Pimpin Upacara HUT Ke-75 RI, Anies: Pahlawan Kembali Bermunculan':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/fjp)