1.080 Napi di Banten Siap Jadi Relawan Vaksin Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 12:06 WIB
Vaksin Virus Corona dari Oxford Diharapkan Siap Akhir Tahun 2020
Ilustrasi vaksin Corona (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah (Kanwil Kemenkumham) Banten menginisiasi penggalangan relawan uji klinis vaksin virus Corona (COVID-19). Hasilnya, lebih dari seribu narapidana (napi) di Banten siap menjadi relawan.

"Hasilnya melebihi ekspektasi yang diperkirakan. Tercatat sebanyak 1.080 warga binaan atau narapidana dari unit pelayanan teknis (UPT) Pemasyarakatan jajaran Kanwil Banten siap menjadi relawan uji klinis," tulis Kemenkum HAM RI dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

Kesiapan para napi di Banten untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Corona itu disampaikan saat upacara pemberian remisi umum narapidana dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI di Lapas Kelas II A Cilegon pada Senin (17/8) kemarin.

Di hadapan Wakli Gubernur Banten Andika Hazrumy, dan juga Kepala Kanwil Kemenkumham Banten Andika Dwi Prasetya, perwakilan narapidana relawan uji klinis vaksin menandatangani surat pernyataan kesediaan. Pita merah putih pun secara simbolis disematkan kepada perwakilan relawan.

"Saya bersedia menjadi sukarelawan uji coba vaksin Covid-19 yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bagian perjuangan anak bangsa," ujar Anggie Chairunnisa Azhari, salah satu napi yang menjadi relawan dalam surat pernyataannya.

Kakanwil Banten Andika Dwi Prasetya menjelaskan, momentum peringatan HUT ke-75 kemerdekaan RI mendorong nasionalisme para warga binaan dan Petugas Pemasyarakatan untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Corona. Hal ini juga sebagai wujud rasa kemanusiaan terhadap kondisi bangsa Indonesia yang tengah berjuang menghadapi Covid-19.

"Ini juga bukti bahwa orang yang menjadi narapidana bukan berarti orang-orang yang tidak memiliki peluang berbuat baik. Ini sekaligus menghapus stigma dimana orang yang berada di dalam penjara selamanya jahat, buruk dan tidak bisa berbuat baik. Mereka memang pernah khilaf dan berbuat salah. Tetapi mereka juga tetap memiliki nurani untuk berbuat baik dan untuk kemanusiaan, sesuatu yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang bebas di luar penjara," tutur Andika.

Menindaklanjuti kesediaan para napi menjadi relawan, Andika mengaku akan mengkoordinasikan dan meneruskannya kepada pihak terkait. Sehingga niat mulia para napi ini dapat terwujud.

"Semakin cepat uji klinis selesai, semakin cepat vaksin bisa diwujudkan dan digunakan untuk masyarakat," kata Andika.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia tengah melakukan uji klinis fase 3 vaksin Corona dari China, Sinovac. Uji klinis fase 3 ini bertujuan untuk melihat efikasi dan keamanan vaksin. Karenanya, fase ini membutuhkan ribuan orang untuk menjadi relawan.

(mae/imk)