Elite PDIP soal KAMI Din Syamsuddin dkk: Apakah Akan Jadi Ormas-Parpol?

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 16:18 WIB
wakil ketua F-PDIP Hendrawan Supratikno
Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pimpinan Din Syamsuddin akan membacakan maklumat Menyelamatkan Indonesia sekaligus deklarasi pada 18 Agustus 2020. PDIP memprediksi gerakan tersebut akan menjadi organisasi masyarakat atau partai politik.

"Beberapa deklarator yang ada kami kenal dengan baik. Namun ada juga nama-nama 'langganan' yang selalu muncul di banyak forum serupa. Kita harus menanti rencana kerja setelah deklarasi, apakah akan berlanjut sebagai ormas, terus menjadi parpol, apa bagaimana. Masih harus kita tunggu," kata politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

Menurut Hendrawan, sebuah gerakan yang akhirnya menjadi ormas ataupun parpol sudah sering terjadi. Namun, jika KAMI menjadi ormas atau parpol, Hendrawan menilai posisi KAMI akan sulit karena banyak tokoh di parpol yang juga kritis.

"Itu rute yang biasa kita lihat. Rute lain adalah tetap sebagai gerakan moral, seperti Forum Demokrasi yang dipimpin Gus Dur pada era Soeharto. Namun, kondisi sekarang berbeda, karena pada dasarnya kebebasan berbicara/berpendapat sudah memiliki banyak kanal. (Jika KAMI menjadi ormas atau parpol) positioning-nya yang mungkin agak susah, karena di parpol juga banyak orang-orang yang kritis," ujarnya.

Meski demikian, Hendrawan menghormati maklumat Menyelamatkan Indonesia yang akan dibacakan besok. Ia juga akan mencermati maklumat tersebut karena menurutnya perubahan tidak sekadar melalui kata-kata.

"Dalam alam dan sistem demokrasi, pernyataan maklumat harus kita hormati. Bukankah pernyataan-pernyataan senada juga sudah sering kita dengar selama ini? Jadi tak ada masalah. Yang penting maklumat tersebut digerakkan oleh hati dan niatan yang jujur dan benar. Digerakkan oleh kecintaan dan semangat untuk kepentingan negara dan bangsa," ungkap Hendrawan.

"Kita cermati (maklumatnya), karena impian-impian masa depan tidak mudah untuk diwujudkan hanya dengan segumpal pernyataan," lanjut dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2