PPP-PKB soal Maklumat Selamatkan Indonesia: Beri Kritik Solutif

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 22:26 WIB
Daniel Johan PKB
Foto: MPR
Jakarta -

Koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi rencana akan dibacakannya Maklumat Menyelamatkan Indonesia oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Maklumat itu diharapkan memberikan kritik yang solutif kepada pemerintah.

Ketua DPP PKB Daniel Johan tak mempermasalahkan pembacaan maklumat KAMI itu. Ia berharap KAMI memberikan masukan yang solutif melalui maklumat itu.

"Selama konstitusional ya tidak masalah. Masukan yang solutif, sangat baik bila ada," kata Daniel kepada wartawan, Minggu (16/8/2020).

Menurut Daniel, penyampaian pendapat dari masyarakat adalah hal biasa di negara demokrasi. Ia ingin maklumat dari KAMI itu juga bisa membuat negara ini melalui masa sulit dengan baik.

"Semoga maklumat yang ada memperkuat usaha gotong royong kita bersama untuk melalui masa-masa sulit dengan baik," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekjen PPP Arsul Sani menilai KAMI yang dipimpin Din Syamsuddin cs tengah mengambil peran oposisi bagi pemerintah. Karena itulah, Arsul berharap KAMI memberikan kritik yang solutif kepada pemerintah.

"Dari apa yang mereka sudah kemukakan ke publik kan tone dan nada dasarnya begitu, mengambil peran oposisi di luar parlemen. Yang seperti itu kan memang tidak dilarang juga. Harapan saya, maklumatnya kritis-solutif, bukan kritis-insinuatif," kata Arsul.

Arsul mengatakan PPP menghormati rencana penyampaian maklumat dari KAMI. Menurutnya, kritik yang disampaikan baik asal tidak mengandung ujaran kebencian dan penistaan terhadap Presiden.

"Selagi isinya merupakan artikulasi kritik dan pandangan berbeda tentang keadaan negara dan pemerintahan saat ini. Artikulasi kritik dan pandangan yang tidak merupakan ujaran kebencian atau penistaan terhadap pribadi-pribadi, termasuk Presiden dan pejabat pemerintahan, dan bukan hal yang memprovokasi tindakan anarkis, apa lagi yang bersifat SARA, bagi PPP tidak perlu kemudian disikapi secara reaktif apalagi represif," ungkapnya.

Menurut Arsul, masyarakat yang tidak setuju atau sependapat dengan KAMI bisa memberikan opini bantahan agar demokrasi berlangsung dengan sehat. Arsul mengatakan masyarakat yang akan menilai apakah kritik yang diberikan solutif atau hanya ekspresi menyalahkan pemerintah.

"Masyarakat yang nantinya akan menilai kesehatan alam pikir dan cara pandang siapapun yang kritis terhadap pemerintah, yakni apakah pikiran kritisnya disertai dengan tawaran alternatif kebijakan atau hanya bisa menyalah-nyalahkan pemerintahan saja," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) berencana akan menyampaikan maklumat selamatkan Indonesia. Sejumlah tokoh dikabarkan akan bergabung dalam penyampaian maklumat tersebut.

Acara deklarasi itu akan diselenggarakan pada Selasa (18/8) pukul 10.00 WIB di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Deklarator KAMI, Din Syamsuddin, mengatakan ada ratusan tokoh yang akan hadir dalam acara tersebut. Nama yang akan hadir antara lain mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Rocky Gerung, Said Didu, dan Neno Warisman.

"Ingin saya sampaikan bahwa KAMI alhamdulillah didukung oleh para tokoh-figur dari berbagai elemen dan komponen bangsa dan dari berbagai profesi. Banyak tokoh lintas agama, cendekiawan, akademisi, profesional, aktivis, kaum buruh, kemudian juga angkatan muda, emak-emak," kata Din, di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8).

(azr/imk)