Babak Baru Kasus Hina Istri Nabi, YouTuber Aleh Didakwa Ujaran Kebencian

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 10:20 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Ilustrasi pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Medan -

YouTuber Rahmat Hidayat atau dikenal lewat channel Aleh Aleh Khas Medan telah menjalani sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian karena diduga menghina istri Nabi Muhammad, Aisyah. Rahmat didakwa melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," demikian isi dakwaan jaksa seperti dilihat dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Selasa (18/8/2020).

Sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian ini awalnya dijadwalkan pada Kamis (6/8). Namun, sidang ditunda dan digelar pada Kamis (13/8) dengan agenda pembacaan dakwaan. Sidang rencananya digelar lagi dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada Kamis (27/8).

Kasus ini disebut berawal pada 7 April 2020. Rahmat, menurut jaksa, saat itu sedang berada di rumah yang ditempati seseorang bernama Fahrezi Gilang Aprilian di daerah Medan Deli. Rahmat saat itu disebut sedang bersama sejumlah temannya, Deni Fahrizal Lubis, Zulfan Arif, Boby Hemawan, Fahrezi, dan Yori Rizky.

"Kemudian mereka membuat cover lagu dengan cara sambil bermain gitar dan menyanyikan lagu serta merekamnya dengan menggunakan handphone. Selanjutnya keenam orang tersebut sepakat membuat cover lagu islami berjudul 'Aisyah' karena sedang tenar, lalu Deni Fahrizal Lubis Als Deni memainkan gitar dan keenamnya menyanyikan syair lagu islami 'Aisyah' secara bersama kemudian direkam video hingga lagu selesai dengan menggunakan handphone," demikian isi dakwaan itu.

Mereka disebut mengulangi beberapa kali perekaman video. Rekan Rahmat bernama Deni disebut memberikan ide agar Rahmat memegang rambutnya ke atas dan berakting seperti pikirannya kosong dan kerasukan.

"Deni memberikan ide kepada terdakwa untuk membuat adegan memegang rambutnya ke atas lalu seperti pikiran kosong dan kerasukan lalu naik atas tempat tidur dan menghadap ke belakang agar kemudian ditolong, namun terdakwa dengan inisiatifnya sendiri ternyata menambah adegan dengan membuka celana panjang yang sedang dikenakannya sehingga pada bagian bawah terdakwa hanya menggunakan celana pendek boxernya lalu melipat lagi bagian ujung celana ke atas hingga ke pangkal paha," ujar jaksa.

"Lalu saat ditempat tidur dan menghadap ke belakang terdakwa kemudian menungging sehingga memperlihatkan bokongnya yang hanya menggunakan celana boxer pendek yang ujungnya telah terlipat ke atas sampai ke pangkal paha," sambung jaksa.

Selanjutnya
Halaman
1 2