Ahok Ungkap Cerita Sarat Makna Tentang Pilih Pejabat Sipit

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 22:10 WIB
Ahok ke Istana (Andhika Prasetia/detikcom)
Ahok (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Di momen hari ulang tahun (HUT) ke-75 RI, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok berbagi cerita lucu yang mengandung pesan moral. Ini adalah pengalaman Ahok saat menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta dulu.

Komisaris Utama PT Pertamina ini membagikan pengalaman kocaknya di segmen 'Suara untuk Indonesia' dalam acara 'Semangat Satu Indonesia', disiarkan detikcom, Senin (17/8/2020).

"Ada beberapa hal lucu dalam hidup saya," kata Ahok, sambil berdiri ala komika.

Pada masa kepemimpinan Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur Ahok, salah satu pejabat kena pecat. Alasannya, pejabat itu sering datang siang hari ke kantor dan kerap terlambat. Tiba-tiba pejabat itu mendatangi Ahok.

"Yang bersangkutan datang ke saya, 'Pak, Pak, kenapa saya diberhentikan Pak?'," kata Ahok menyampaikan kembali pertanyaan seorang pejabat tersebut. Ahok mengatakan sebabnya pejabat itu kurang sehat sehingga sering terlambat bekerja.

Konyolnya, pejabat itu malah ingin membuktikan bahwa dirinya sehat. Tiba-tiba saja dia berlari-lari mengitari kantornya, sekadar untuk menunjukkan ke Ahok bahwa badannya bugar sehingga tidak perlu dipecat gara-gara tidak sehat.

"Eh dia lari-lari coba keliling ruangan, sampai saya ketakutan, waduh gawat ini!" kata Ahok.

Ahok yang khawatir melihat polah pejabat Jakarta ini kemudian menyuruh si pejabat itu untuk ke Gubernur Jokowi. Maka datanglah si pejabat telatan ini ke ruangan Jokowi. Berdasarkan informasi yang diterima Ahok, si pejabat itu melakukan hal yang sama.

"Dia lari lagi (seraya berkata), 'Saya sehat, Paaak!'," kata Ahok.

Sungguh kocak tingkah pejabat ini. Namun ternyata, ada catatan kerja keras di balik si pejabat yang sering datang siang ini. Dia kurang tidur lantaran sering meronda di wilayah kerjanya.

"Kta selidiki, ketahuan lah, dia sampai pagi karena meronda sampai ke mana-mana," kata Ahok.

Pemilihan pejabat memang harus berdasarkan catatan kerja yang nyata. Bila pejabat itu berkualitas, maka dia pantas mengemban jabatan yang lebih berat.

Selanjutnya
Halaman
1 2