Round-Up

Persepsi Koalisi Usai Fadli Zon Lagi-lagi Kritik Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 07:53 WIB
Elite Gerindra Fadli Zon seusai menerima bintang tanda jasa dari Presiden Jokowi.
Fadli Zon tancap gas mengkritik Jokowi meski baru saja menerima Bintang Mahaputera Nararya (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon langsung tancap gas mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski baru saja menerima Bintang Mahaputera Nararya. Beragam tanggapan muncul dari koalisi pendukung Jokowi soal kritik perdana Fadli Zon usai dianugerahi bintang tanda jasa.

Untuk diketahui, Fadli Zon menerima Bintang Mahaputera Nararya di Istana Kepresidenan pada Kamis (14/8/2020) lalu, bersama Fahri Hamzah dan lebih dari 50 tokoh lainnya. Kala itu, Presiden Jokowi sempat bicara khusus soal bintang jasa ke Fadli dan Fahri dan menyebut jalan politiknya yang berbeda dengan Fahri dan Fadli bukan berarti permusuhan.

Fadli Zon sendiri pernah berjanji akan tetap kritis ke pemerintahan Jokowi. Itu terkait posisinya sebagai anggota DPR.

"Kalau saya sebagai anggota DPR, tugas yang dimandatkan konstitusi kan harus tetap mengawasi pemerintah dan menjalankan karena ini bagian dari demokrasi checks and balances. Jadi saya tetap akan berusaha kritis ya, sepanjang ada kebijakan-kebijakan yang kita rasakan kurang tepat," ucap Fadli Zon pada Senin (10/8/2020) lalu.

Janji tak sekadar janji, Fadli Zon pun membuktikan ucapannya. Hanya dua hari berselang, Fadli Zon kembali melempar kritik kepada Jokowi. Fadli Zon menyoroti pidato Jokowi tentang RUU APBN 2021 saat sidang tahunan MPR-DPR yang disebutnya kurang realistis.

"Di tengah ancaman pandemi serta resesi ekonomi yang masih akan terus berlangsung, kita sebenarnya ingin mendengarkan pidato kenegaraan yang dekat dengan kenyataan. Hanya dengan mendekati realitas, kita akan bisa mencari jalan keluar tepat untuk mengatasi krisis yang tengah berlangsung," kata Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

"Sayangnya, harapan itu tak terpenuhi. Pidato kemarin kurang realistis. Satu hal paling mencolok adalah soal target pertumbuhan ekonomi. Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan tahun depan ada pada kisaran 4,5-5,5 persen," sambungnya.

Kritik perdana Fadli Zon ke Jokowi usai menerima bintang tanda jasa itu menuai beragam reaksi dari partai koalisi Jokowi. Seperti apa?

Tonton juga video 'Fahri-Fadli Jawab Layakkah Mereka Dapat Penghargaan dari Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]