Tembaki Warga di Tangerang, 3 Tersangka Punya Pengalaman Buruk soal Pemotor

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 14:41 WIB
Tiga tersangka pelaku penembakan di Tangerang hadiri proses rekonstruksi, Jumat (14/8/2020).
Rekonstruksi penembakan di Tangerang Selatan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tiga tersangka penembakan di Tangerang Raya berdalih menembaki pemotor yang menurutnya arogan. Mereka mengaku pernah punya pengalaman buruk dengan pemotor.

"Ya terjadi pada saat itu karena yang ugal-ugalan di jalan yang meresahkan masyarakat juga istilahnya, gitu aja," kata tersangka EV dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Polres Tangsel, Jl Promoter, Tangerang Selatan, Jumat (14/8/2020).

EV mengaku pernah punya pengalaman tersendiri dengan pemotor yang ugal-ugalan. Dia mengaku pernah dipepet oleh pemotor di jalanan.

"Punya pengalaman sendiri pemotor ugal-ugalan. Karena dari kita pernah punya masalah dulu, seperti mobil dipepet," katanya.

Pengalaman ini membuat mereka kesal terhadap pemotor, sehingga kemudian muncul ide untuk menembaki pemotor di jalanan.

Terungkap, Ada TKP 'Baru' di Kasus 7 Penembakan di TangerangRekonstruksi penembakan di Tangerang (Mei Amelia/detikcom)

Tersangka CLA (19) adalah orang yang menginisiasi penembakan ini. Setelah itu, mereka melakukan penembakan hampir di setiap Sabtu malam atau Minggu dini hari.

"Malam Minggu, tapi nggak setiap malam Minggu," kata CLA.

Tersangka CLA juga mengaku punya pengalaman sendiri dengan pemotor. Dia mengaku pernah ditabrak pemotor hingga terjatuh.

"Pernah ditabrak, diserempet juga," kata CLA.

Pada malam hari, mereka berkeliling menggunakan mobil. Mereka mencari pemotor sebagai target di sejumlah lokasi yang menurutnya sering dipakai balapan liar dan kebut-kebutan.

Lokasi itu di antaranya di wilayah Alam Sutera dan di jembatan The Breeze, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

"(Targetnya) yang nggak pakai helm sama yang ugal-ugalan, zigzag, kebut-kebutan," timpal tersangka EV.

Catatan Polres Tangsel, setidaknya sudah ada tujuh kejadian penembakan di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Dari tujuh kejadian itu, total korban ada delapan orang.

Belakangan terungkap, para tersangka juga pernah melakukan aksi penembakan di depan pom bensin di Kebon Nanas, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Kasus ini dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota.

Para tersangka kini menyesali perbuatan mereka dan meminta maaf kepada para korban. Kini mereka ditahan di Polres Tangerang Selatan dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan airsoft gun.

(mei/jbr)