Jumlah Pasien COVID-19 Meningkat, Tim Medis RSAM Bukittinggi Kewalahan

Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 14:06 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Bukittinggi -

Wakil Ketua Penanggulangan COVID-19 Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM), Bukittinggi, Dedi Herman mulai khawatir atas peningkatan kasus positif Corona atau COVID-19 di Bukittinggi. Dia mengatakan jumlah pasien yang terus meningkat membuat tim medis kewalahan.

"Pasien bertambah banyak lagi, tim medis mulai kewalahan," kata Dedi, Sabtu (15/8/2020).

Dia meminta masyarakat menjaga diri agar tidak tertular COVID-19. Dedi khawatir kondisi fisik yang kelelahan membuat tim medis rentan tertular COVID-19.

"Kami harap masyarakat menjaga diri supaya tidak tertular. Bila tidak, yang terkena dampaknya nanti juga tim medis," ujarnya.

RSAM Bukittinggi merupakan salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Sumbar. Selain melayani pasien COVID dari Kota Bukittinggi, RSAM melayani pasien yang dirujuk dari rumah sakit di Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan lain-lain.

Dedi kemudian menjelaskan jumlah tenaga medis untuk penanganan pasien COVID-19 di RSAM. Dia menyebut dokter spesialis paru untuk penanganan COVID-19 berjumlah 3 orang dan ada 14 orang tenaga medis lain yang ditugaskan khusus dalam tim COVID-19.

Sementara itu, pasien terkait COVID-19 yang dirawat di RSAM saat ini berjumlah 15 orang. Tim medis yang ada telah dibagi ke dalam tiga sif, yang masing-masing berdurasi 8 jam.

Dedi menyebut kondisi tersebut membuat tim medis kewalahan. Salah satu penyebabnya adalah tim medis yang sedang bertugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap yang menambah beban di tubuh tim medis.

"Sekarang yang banyak orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan. Masyarakat harus ingat, yang masih muda memang bisa tidak apa-apa, tidak ada gejala. Tapi kan bisa menularkan ke orang tua, ke anak-anak," ucap Dedi.

Ada 34 orang dinyatakan positif COVID-19 di Bukittinggi. Sebanyak 17 orang sudah sembuh dan 1 orang meninggal.

Dedi menilai masyarakat saat ini sudah tidak disiplin dengan protokol pencegahan COVID-19. Salah satunya, kata Dedi, terlihat dari kafe-kafe yang setiap hari ramai dan tidak menjaga jarak ataupun menggunakan masker.

(haf/haf)