Merasa Dirugikan Dosen Pelaku Seks Oral, IBA Bakal Tempuh Langkah Hukum

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 12:49 WIB
Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Rektor Universitas IBA, Palembang, Tarech Rasyid, memastikan RK (43), yang ditangkap saat sedang melakukan seks oral dengan anak jalanan, bukan dosen di kampusnya. Dia mengatakan pihak kampus bakal menentukan langkah hukum karena merasa nama baik kampus terganggu.

"Hari ini kita rapat dengan LBH IBA. Kami akan tentukan langkah hukumnya seperti apa, karena ini nama baik kampus," kata Tarech saat diminta konfirmasi, Sabtu (15/8/2020).

Informasi soal RK adalah oknum dosen di IBA ini bermula saat RK mengangguk ketika disebut sebagai dosen IBA saat proses interogasi. RK juga mengaku khilaf saat diinterogasi polisi.

"Bapak dosen di IBA, apa Bapak menyadari kalau ada penyakit?" tanya seorang polisi ketika melakukan interogasi terhadap RK di Polrestabes Palembang.

RK pun mengangguk. Dia juga mengaku melakukan seks orang dengan anak jalanan lainnya.

Kembali ke Tarech, dia mengatakan kepastian RK bukan dosen di Universitas IBA ini didapat setelah pihaknya melakukan pengecekan. Dia mengatakan tak ada nama RK dalam data dosen di IBA.

"Kemarin saya dapat kabar, saya hubungi semua dekan di empat fakultas. Ternyata dari seluruh data dosen, tidak ada nama penjahat kelamin berinisial RK ini," tutur Tarech.

Tonton juga 'Mengaku Khilaf, Dosen Pembunuh Kekasih Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2