Rektor Pastikan Oknum Ditangkap Saat Seks Oral Bukan Dosen Universitas IBA

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 12:26 WIB
Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Seorang oknum dosen laki-laki, RK (43), ditangkap saat sedang melakukan seks oral dengan remaja laki-laki yang diduga anak jalanan. RK disebut sempat mengaku sebagai dosen di Universitas IBA, Palembang.

Dilihat detikcom, Sabtu (15/8/2020), saat interogasi, RK terlihat mengangguk saat disebut sebagai dosen di IBA.

"Bapak dosen di IBA, apa Bapak menyadari kalau ada penyakit?" tanya seorang polisi ketika melakukan interogasi terhadap RK.

RK kemudian mengangguk dan mengaku khilaf atas perbuatannya. RK juga mengaku melakukan seks oral dengan lebih dari satu anak jalanan.

Rektor Universitas IBA Palembang, Tarech Rasyid, pun buka suara. Dia memastikan RK bukan merupakan dosen di kampusnya.

"Tidak ada nama penjahat kelamin berinisial RK ini," ujar Tarech.

Dia memastikan hal itu setelah mengecek ke semua dekan di empat fakultas. Dia menyebut para dekan telah mengecek seluruh data dosen dan tak menemukan RK.

"Kemarin saya dapat kabar, saya hubungi semua dekan di empat fakultas. Ternyata dari seluruh data dosen, tidak ada (RK)," ucapnya.

RK sebelumnya ditangkap saat melakukan seks oral dengan anak jalanan. RK diduga menjanjikan Rp 20 ribu.

Tonton juga 'Ini Tampang Dosen yang Bunuh Pacarnya Gegara Lamaran Ditolak':

[Gambas:Video 20detik]

"Aku itu awalnya sedang jalan, ketemulah sama dia (korban). Dia datang minta uang. Aku kasih, tapi dengan syarat," ucap RK.

Seks oral diduga dilakukan di sebuah gubuk kecil tidak jauh dari kantor Kejati Sumsel. Korban yang masih berusia 14 tahun menuruti permintaan RK.

"Aku ajak ke gubuk dan dia mau. Ya setelah itu aku kasih uang Rp 20 ribu, ini sudah dua kalinya," kata RK.

(ras/haf)