Round-Up

Duduk Perkara Ribut-ribut Mumtaz Rais-Pimpinan KPK di Pesawat

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 21:33 WIB
Ahmad Mumtaz Rais, Kamis (2/1/2019)
Politikus PAN Mumtaz Rais (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta -

Politikus PAN Mumtaz Rais dan pimpinan KPK Nawawi Pomolango terlibat keributan karena urusan telepon di dalam pesawat Garuda. Begini duduk perkaranya.

Peristiwa itu terungkap saat Nawawi melaporkan Mumtaz ke Pospol Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra secara umum menyatakan keributan antarpenumpang itu terjadi di atas pesawat pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Berikut duduk perkara geger ribut Mumtaz Rais-pimpinan KPK di pesawat Garuda:

Nawawi Laporkan Mumtaz

Pimpinan KPK Nawawi Pomolango (NP) melaporkan Ahmad Mumtaz Rais ke Pospol Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Nawawi melaporkan Mumtaz karena urusan telepon di pesawat Garuda. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra secara umum menyatakan keributan antarpenumpang itu terjadi di atas pesawat pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu 12 Agustus 2020.

"Garuda Indonesia memastikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu menegakkan aturan keamanan dan keselamatan penerbangan secara ketat terhadap seluruh penumpang selama penerbangan," ujar Irfan dalam keterangannya pers yang diterima detikcom, Kamis (13/8/2020).

Irfan menyebutkan keributan dipicu oleh salah satu penumpang kelas bisnis yang kedapatan menggunakan handphone saat pesawat sedang boarding di Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakukan refueling sewaktu transit di Makassar.

"Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah menyampaikan reminder kepada penumpang sebanyak tiga kali. Namun penumpang yang dimaksud tetap tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut serta menyampaikan teguran terhadap awak kabin yang bermaksud mengingatkan," tuturnya.

Kejadian ini kemudian didengar oleh penumpang lain yang juga duduk di kelas bisnis. Penumpang tersebut kemudian ikut menegur sehingga terjadi adu argumen.

"Adapun atas laporan salah satu penumpang yang terlibat adu argumen, kejadian tersebut saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," lanjutnya.

Lebih lanjut Irfan mengatakan pihaknya memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan, khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang. Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan.

Secara terpisah, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra juga membenarkan adanya pelaporan dari NP terhadap AMR ini. Namun, menurut Adi, pelaporan NP itu hanya bersifat pemberitahuan saja, karena NP pulang dulu ke rumahnya.

"Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselamatan penerbangan. Kami meyakini komitmen penerapan safety pada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan adanya dukungan dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku," katanya.

"Beliau pemberitahuan saja bahwa ada hal-hal begini, sehingga beliau singgah ke Pospol Sektor kan dan kemudian menyampaikan cerita tersebut. Namun beliau karena baru turun dari pesawat, beliau kembali dulu ke kediamannya," kata Adi.

Adi belum mau berkomentar banyak soal pengaduan tersebut. Adi mengatakan pihaknya masih menunggu kabar selanjutnya dari NP.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4