Bantah Promosi Gratis, Nadiem Ungkap Asal Muasal 'Merdeka Belajar'

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 18:43 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membantah adanya promosi gratis karena tetap menggunakan slogan 'Merdeka Belajar'. Nadiem menjelaskan asal muasal slogan 'Merdeka Belajar' adalah dari filsafat Ki Hadjar Dewantara.

"Jawaban untuk yang promosi gratis itu sudah jelas tidak. Kita ingin Merdeka Belajar itu menjadi suatu teriakan revolusi dari Sabang sampai Merauke," kata Nadiem dalam telekonferensi Kemendikbud pada Jumat (14/8/2020).

Nadiem ingin, melalui slogan 'Merdeka Belajar', makna dari filsafat Ki Hadjar Dewantara dapat dimiliki oleh setiap elemen masyarakat. Dia ingin semua lapisan masyarakat mengerti esensi filsafat Ki Hadjar Dewantara.

"Kita ingin esensi dan filsafat dari Ki Hadjar Dewantara itu diteriakkan dan dimiliki bersama, bukan hanya pada unit-unit pendidikan dari Sabang sampai Merauke, tapi dari masyarakat, orang tua, mengerti esensi daripada apa yang dimaksudkan Ki Hadjar Dewantara mengenai 'Merdeka Belajar'," jelas Nadiem.

Eks CEO Go-Jek ini mengatakan tidak ada filsafat yang lebih tepat selain 'Merdeka Belajar'. Menurutnya, beberapa kebijakannya yang memerdekakan sudah sesuai dengan esensi slogan tersebut.

"Tidak ada filsafat yang lebih tepat lagi. Pada saat kita ingin melakukan debirokratisasi di sistem pendidikan kita dan perguruan tinggi itu namanya kemerdekaan. Pada saat kita memberikan kebebasan untuk perguruan tinggi memilih spesialisasi yang dia inginkan mau fokus di riset, mau fokus di apa, itu adalah namanya kemerdekaan," kata Nadiem.

"Bagi setiap guru yang diberikan hak untuk memasukkan hak kearifan lokal. Itu semuanya namanya kemerdekaan karena itulah namanya esensi Merdeka Belajar," imbuhnya.

Nadiem berharap adanya 'Merdeka Belajar' ini dapat memerdekakan cara berpikir anak-anak generasi muda. Dia tidak ingin generasi muda memiliki pemikiran sempit dan tidak terjajah oleh hoax.

"Yang terpenting adalah kemerdekaan pemikiran untuk bisa berpikir secara merdeka dan tidak terjajah oleh pemikiran sempit dan tidak terjajah oleh hoax, tidak terjajah oleh opini-opini yang bisa menjajah otak anak-anak muda kita. Kemerdekaan itu adalah esensi dari Merdeka Belajar, dan karena itu harus kita gaungkan filosofi ini dari Sabang sampai Merauke," tutur Nadiem.

Tonton video 'Mendikbud Izinkan Dana BOS untuk Beli Kuota Internet Murid':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2