FSGI: Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Ancam Kesehatan Guru hingga Siswa

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 10:36 WIB
Pemerintah telah mengizinkan sekolah tatap muka di daerah zona kuning Corona. Salah satunya SMPN 1 Brebes yang memulai sekolah tatap muka perdana hari ini.
Gambar ilustrasi pembelajaran tatap muka di era Corona. (Imam Suripto/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah RI telah mengizinkan sekolah di zona kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan pembukaan sekolah di zona kuning mengancam kesehatan warga sekolah.

"Diperbolehkannya sekolah di zona kuning dibuka untuk tatap muka oleh Kemendikbud dalam SKB 4 Menteri yang baru, sangat berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan warga sekolah, khususnya guru, siswa, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka," kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim dalam keterangan tertulis pada Jumat (14/8/2020).

Satriwan menyebut pembelajaran tatap muka di zona kuning tidak akan efektif. Terlebih, siswa masih dilarang melakukan kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler dan olahraga.

"Efektivitas kegiatan tatap muka pembelajaran di sekolah zona kuning juga tak akan optimal. Sebab, bagaimana kegiatan sekolah bisa terlaksana? Mengingat larangan siswa untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler, dan olahraga," ujar Satriwan.

Lebih lanjut Satriwan mengatakan, meskipun sekolah dibuka, kantin masih tutup dan jam belajar dibatasi hanya 4 jam. Menurutnya, kondisi yang demikian membuat pembelajaran tatap muka tidak efektif.

"Lalu interaksi siswa antarkelas juga dilarang, kantin ditutup, tak ada kumpul ramai-ramai bercengkerama di kantin, tak ada acara-acara siswa, selama masuk sekolah 4 jam siswa hanya berdiam di kelasnya. Kondisi-kondisi seperti ini yang membuat pembelajaran tak akan efektif," ujar Satriwan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3