Kabaharkam Polri Beli 3.000 Rompi Antipeluru Buatan Dalam Negeri

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 01:25 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Agus Andrianto, membeli 3.000 rompi antipeluru buatan dalam negeri.
Foto: Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto memesan 3.000 rompi antipeluru buatan dalam negeri (dok istimewa)
Jakarta -

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Agus Andrianto, membeli 3.000 rompi antipeluru buatan dalam negeri. Ribuan rompi tersebut dipesannya dari sebuah pabrik di Jakarta Barat (Jakbar).

"Kami bersama pejabat utama Korsabhara Baharkam Polri datang ke pabrik dalam negeri untuk cek pesanan almatsus (alat material khusus) Korsabhara Polri. Bila produk dalam negeri lebih baik secara kualitas daripada produk luar negeri, kalau bagus, ngapain beli produk luar negeri. Dan kita akan dorong terus agar kualitasnya semakin membaik," kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2020).

Komjen Agus pun menyempatkan diri untuk mengecek kualitas rompi antipeluru buatan perusahaan garmen, PT Mulia Knitting Factory (Rider). Agus menyebut kualitas rompi tersebut cukup bagus.

"Hasil uji produksi secara langsung oleh PJU, kualitas produksi rompi antipeluru PT Rider cukup bagus. Ada 27 lapis, hanya masuk ke lapis keempat (ketika ditembakkan peluru). Polri memesan 3.000 rompi antipeluru dan akan terus berlanjut," jelasnya.

Sebelum mengunjungi pabrik, Komjen Agus mendampingi Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono dalam rapat internal lanjutan terkait penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) bersama Menteri BUMN, Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite PCPEN.

"Ada Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Wakapolri menjabat sebagai Wakil Pelaksana II dari Menteri BUMN di Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Menteri BUMN memberikan arahan secara langsung kepada para Kapolda dan Kapolres untuk membantu percepatan pemulihan perekonomian nasional," tutur dia.

Dia berharap langkah pemesanan rompi antipeluru buatan lokal ini dapat mendorong roda perekonomian masyarakat. Dia pun menuturkan pemesanan rompi antipeluru di perusahaan dalam negeri sesuai perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

"Bapak Kapolri telah memerintahkan penggunaan produksi dalam negeri untuk keperluan almatsus Polri sebagai bentuk apresiasi, dan dukung produksi dalam negeri untuk keselamatan dan kemajuan bangsa dan negara. Kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri. Jika konsumsi dalam negeri bisa terjaga, serta masyarakat tetap produktif dan aman COVID-19, maka perekonomian nasional dapat terus digerakkan," ungkapnya.

Komjen Agus selaku Kepala Operasi Khusus Aman Nusa II dalam rangka penanganan COVID-19 juga melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di perusahaan garmen itu. Dia juga megaku merasa lega saat mengetahui sekitar 2.000 karyawan di sana tetap bekerja meski di tengah pandemi.

"Sejak awal pandemi semua karyawan masih bekerja, tidak ada satu pun yang di-PHK. Protokol kesehatan sudah diterapkan oleh perusahaan," kata Agus.

Agus menambahkan perusahaan tersebut juga turur menyumbang bantuan 20 ribu masker dan 1.000 APD yang disalurkan melalui Baharkam Polri.

(aud/rfs)