ADVERTISEMENT

Round-Up

Sekelumit Cerita Harimau Jawa di Tengah Hutan Wingit

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 23:21 WIB
Foto yang diklaim sebagai harimau Jawa (Dok Peduli Karnivor Jawa)
Foto: Foto yang diklaim sebagai harimau Jawa (Dok Peduli Karnivor Jawa)
Jakarta -

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang dinyatakan sudah punah dibangkitkan lewat foto warga. Peneliti meyakini kucing besar tersebut masih hidup di tanah Jawa.

Bukti karnivor masih hidup ditunjukkan peneliti lewat foto. Foto harimau Jawa itu hasil jepretan pemburu babi hutan.

"Foto itu berasal dari warga lokal. Mereka punya komunitas pemburu babi hutan, komunitas ini agak tertutup, dia tidak mau disebutkan namanya," kata Didik Raharyono kepada detikcom, Kamis (13/8/2020).

Didik tidak mengungkap lokasi hutan tempat ditemukannya harimau Jawa. Dia tak ingin harimau Jawa kemudian jadi objek perburuan.

Dia hanya mengatakan harimau Jawa itu ditemukan di hutan angker alias wingit di Jawa Tengah (Jateng).

"Lokasinya ada di hutan angker," katanya.

Didik menunjukkan foto harimau Jawa yang diambil pada September 2018. Kemudian dia mendatangi hutan tersebut pada 3 Desember 2018 untuk memastikan lokasi dan mencari cerita dari saksi.

Dia mengatakan banyak warga yang menolak mengantarnya ke lokasi saat foto diambil. Namun dia akhirnya diantar orang yang memotret si loreng.

Didik Raharyono di hutan yang disebutnya sebagai lokasi perjumpaan dengan harimau Jawa. (YouTube Pengabdian Masyarakat KAGAMA)Didik Raharyono di hutan yang disebutnya sebagai lokasi perjumpaan dengan harimau Jawa. (YouTube Pengabdian Masyarakat KAGAMA)

Masyarakat memang menganggap hutan itu angker. Menurutnya hal itu sebagai kearifan lokal Jawa agar tak banyak orang merusak hutan dan akhirnya membunuh harimau Jawa.

"Memang warga mengatakan mereka jarang masuk ke situ. Saya saja meminta orang untuk mengantarkan masuk ke lokasi ditemukannya harimau itu, tapi warga banyak yang tidak mau," kata alumni Fakultas Biologi UGM ini.

Terlihat di foto itu, seekor harimau besar dengan motif loreng sedang berjalan dengan kepala menghadap ke bawah, ekornya juga mengarah ke bawah, meski ujung ekornya tidak kelihatan. Harimau Jawa itu berjalan di atas permukaan tanah dengan dedaunan di sekitarnya.

Didik menyebut lokasi tersebut diisi hutan jati, dengan sedikit titik-titik hutan alam. Hutan alam inilah yang dianggap warga sebagai hutan angker.

"Di situ masih ada ular piton, ada burung merak. Ada babi dan sedikit monyet," kata dia.

Yakin Harimau Jawa Belum Punah

Didik yakin harimau Jawa belum punah. Dia yakin harimau dalam foto tersebut bukan harimau Sumatera karena ada perbedaan fisik dan jenis lorengnya.

"Pola loreng wajah harimau Jawa lebih tipis dan jarang dibanding harimau Sumatera," kata Didik.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT