Andi Baring di Jalan Tuntut Makam Istri Dipindah, Ini Respons Pemprov

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 18:05 WIB
Andi Baso Ryadi Mappasulle ditemui pihak Pemprov Sulsel untuk membahas tuntutan pemindahan makam istri ke permakaman keluarga (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Foto: Andi Baso Ryadi Mappasulle ditemui pihak Pemprov Sulsel untuk membahas tuntutan pemindahan makam istri ke permakaman keluarga (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Setelah nekat berbaring di jalan raya, Andi Baso Ryadi Mappasulle akhirnya ditemui perwakilan Pemprov Sulsel. Pihak Pemprov disebut akan memberi jawaban terkait tuntutan Andi yang ingin makam istrinya, Nurhayani Abram, dipindah dari makam khusus COVID-19 ke pemakaman keluarga.

Pantauan detikcom, Kamis (13/8/2020), Andi yang awalnya nekat berbaring di tengah Jalan Raya Urip Sumoharjo kini diberi akses masuk ke halaman Kantor Gubernur Sulsel untuk bertemu pejabat Pemprov Sulsel. Andi diberi kesempatan menjelaskan permintaannya.

Namun setelah pertemuan tersebut, Andi mengaku kecewa karena tidak ada kesepakatan atau izin memindahkan jasad istrinya.

"Kami tadi ini ditemui Kadis Kesehatan, penjelasannya hampir semua tidak masuk di akal. Dia cuman bilang nanti pandemi COVID sudah berhenti baru bisa dipindahkan," ucap Andi.

Andi kemudian mengaku tidak habis pikir atas izin pemindahan jasad istrinya yang tak kunjung diberikan. Andi pun kembali menegaskan bahwa ia telah menempuh semua hal-hal yang bersifat persyaratan administrasi dan tak ada jawaban.

"Surat ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, yang notabennya perwakilan rakyat Sulawesi Selatan, itu tidak dibalas, sudah satu bulan," katanya.

Andi menyebut ada 3 surat yang hingga kini belum ada balasan. Semua surat tersebut berkaitan permohonan Andi agar jenazah istrinya dipindahkan.

"Surat yang ditandatangani Kepala Dusun, Ketua BPD, Kepala Desa, Camat, Ketua DPRD Bulukumba, Bupati Bulukumba, menyatakan tidak keberatan untuk dipindahkan itu pun tidak digubris oleh Gubernur," beber Andi.

Terkait kondisi ini, Andi mengaku masih akan terus turun ke jalan demi restu pemindahan jasad istrinya ke pemakaman keluarga.

"Kami juga akan mengajukan tuntutan ke pengadilan yang saat ini poin tuntutannya sedang dikaji oleh lawyer yang ikut bersimpati kepada kami," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Andi menjadi perhatian karena nekat berbaring di jalan raya depan Kantor Gubernur Sulsel. Aksi Andi itu membuat ia sempat pingsan hingga dievakuasi massa aksi.

(jbr/jbr)