Seorang pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Andi Baso Ryadi Mappasulle nekat memanjat tower untuk berziarah ke kuburan istrinya di area pemakaman khusus jenazah virus Corona (COVID-19), Macanda. Aksi Andi itu juga dilakukan oleh tiga putrinya.
"Dilarang memang masuk ke pekuburan," ucap Andi Ryadi kepada detikcom, Sabtu (1/8/2020). Dia menjelaskan alasan ia dan ketiga putrinya memanjat tower.
![]() |
Mulanya, Andi dan anak-anaknya berziarah kubur ke makam istrinya dalam rangka hari raya Idul Adha pada Jumat (31/7). Menurut Andi, petugas pemakaman tak memberi mereka izin masuk ke area pemakaman, sehingga ia dan ketiga putrinya nekat memanjat tower dengan alasan mau melihat kuburan istrinya dari balik tembok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya untuk melihat kuburan istri saya, saya harus manjat. Anak-anak saya untuk melihat kuburan almarhumah ibunya. Kasihan, harus manjat," ujar Andi.
Andi menegaskan aksinya memanjat tower tersebut tidak untuk melawan petugas. Aksi Andi hanya memanjat tower demi melihat kuburan istrinya, meski sebatas dari atas tower atau dari balik tembok.
Tonton juga 'Pandemi Corona, Peziarah Tetap Kunjungi TPU Jeruk Purut':
"Ndak (menyeberangi tembok), untuk melihat saja, karena kita tidak bisa masuk, dilarang sama petugas. Kita tidak tahu apa alasannya," terang Andi.
Melihat kuburan istri saat ziarah kubur disebut penting oleh Andi. Hal itu memberi kelegaan tersendiri untuk mengobati rindu, terutama anak-anaknya.
"Namanya orang ziarah kan harusnya kita lihat kuburan. Tapi ini kan dilarang sama petugas, katanya tidak ada perintah dari tim gugus," katanya.
Menurut Andi, sejumlah orang lain juga melakukan ziarah kubur ke pemakaman khusus COVID-19 dalam rangka hari raya Idul Adha. Sejumlah di antaranya memilih memanjat tower.
"Banyak juga keluarga korban yang negatif suaminya dan dikuburkan di situ. Ada banyaklah. Ada beberapa yang mereka manjat juga. Kasihan," katanya.