Wanita di Sulsel Adang Mobil Gubernur Minta Jasad Ibu di Makam COVID Dipindah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 10:39 WIB
Andi Esa dan Andi Amel mengadang mobil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta jenazah ibunya dipindah dari pemakaman khusus COVID (dok. Istimewa).
Foto: Andi Esa dan Andi Amel mengadang mobil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta jenazah ibunya dipindah dari pemakaman khusus COVID (dok. Istimewa).
Makassar -

Seorang wanita asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Arni Esa Putri Abraham mengadang mobil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Andi meminta jasad ibunya yang merupakan PDP virus Corona (COVID-19) dipindah dari pemakaman khusus COVID di Macanda, Gowa.

Aksi Andi ini ramai di media sosial, dimana dia bersama adiknya Andi Amel tampak mengadangi mobil Gubernur Sulsel dengan nomor polisi DD 1. Andi Esa beberapa waktu lalu juga sempat viral, dimana saat itu dia mengadang mobil jenazah yang hendak membawa jenazah ibunya dari rumah sakit ke pemakaman khusus COVID di Gowa.

"Iya (itu foto anak saya), Andi Esa dan Andi Amel. Andi Esa yang duduk," ujar ayah Andi Esa, Andi Baso Ryadi Mappasulle saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (22/7/2020). Andi Baso membenarkan foto anaknya tengah mengadang mobil Gubernur Sulsel.

Andi Baso menyebut aksi anaknya itu sebagai upaya agar jasad mendiang istrinya, almarhumah Nurhayani Abram (48) dapat dipindah dari pemakaman khusus COVID di Gowa ke pemakaman keluarga di Bulukumba, Sulsel. Andi Baso bersikukuh, Gugus Tugas COVID-19 Sulsel tidak berhak lagi menahan keinginan keluarga, sebab almarhumah Nurhayani terbukti negatif COVID berdasarkan tes swab.

Andi Esa dan Andi Amel mengadang mobil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta jenazah ibunya dipindah dari pemakaman khusus COVID (dok. Istimewa).Foto: Andi Esa saat mengadang mobil jenazah yang hendak membawa jenazah ibunya ke pemakaman khusus COVID di Gowa (dok. Istimewa).

Sementara aksi pengadangan kedua putrinya itu dilakukan agar Gubernur Sulsel Nurdin dapat memberikan rekomendasi pemindahan jenazah istrinya. Sebelum aksi pengadangan itu, Andi Baso menyebut keluarganya sudah mengirim surat ke Pemprov Sulsel.

"Kebetulan kan pemakaman yang akan saya pakai untuk almarhumah itu kan pemakaman keluarga, akhirnya saya meminta persetujuan secara persuratan dari keluarga, terus sudah ada surat tidak keberatan memindahkan jenazah almarhumah itu ke Kabupaten Bulukumba," kata Andi Baso.

Andi Baso menegaskan, pihak di Bulukumba tidak keberatan dengan pemindahan jenazah istrinya ke makam keluarga. Terlebih sudah ada persetujuan dari Kepala Desa, Ketua DPRD Bulukumba, hingga Bupati Bulukumba.

"Nah surat itu ditandatangan oleh mewakili keluarga besar saya Karaeng Sapo Daeng Pabetta, terus tandatangan oleh Kepala Dusun di tempat kuburan itu, ditandatangan Ketua BPD Desa, Kepala Desa, Camat, oleh Ketua DPRD Bulukumba, dan ditantangan Bupati Bulukumba. Satu surat itu mereka bertanda tangan semua untuk tidak berkeberatan," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2