Pemprov DKI Janji Selesaikan Insentif Tukang Gali Kubur yang Tertunda

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:31 WIB
Penggali kubur untuk korban virus Corona disiagakan di TPU. Mereka dengan sigap menggali liang lahat saat ada jenazah yang akan dimakamkan. Begini potretnya.
Tukang gali kubur khusus COVID-19 (Getty Images/Ed Wray)
Jakarta -

Tukang gali kubur dan sopir ambulans khusus jenazah pasien Corona (COVID-19) di DKI Jakarta mengaku sudah dua bulan insentifnya tidak turun. Pemprov DKI Jakarta pun berjanji akan menyelesaikan persoalan itu.

"Kami pastikan semuanya akan diselesaikan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).

Riza mengungkapkan Pemprov DKI sudah menganggarkan semua pembiayaan terkait penanganan COVID-19. Termasuk soal insentif tukang gali kubur dan sopir ambulans khusus jenazah COVID-19.

"Nanti kami cek, dan dipastikan semuanya pembiayaan telah kami anggarkan untuk penanganan COVID-19 yang telah kami anggaran," ucapnya.

Sebelumnya, seorang penggali kubur khusus jenazah pasien Corona (COVID-19) menceritakan tak turunnya insentif mereka selama dua bulan. Pencairan insentif tertunda sejak Juni hingga bulan ini.

"Iya betul, totalnya 113 tukang gali sama sopir ambulans. Kami sudah follow up ke dinasnya. Alasannya kenapa belum dibayar, karena belum ada keputusan dari Balai Kota. Bilangnya sih seperti itu, cuma nggak tahu nih di atasnya belum ngasih izin ada insentif apa nggak," kata pria yang enggan menyebutkan identitasnya, ketika dihubungi pada Rabu (12/8).

Dia mengatakan insentif itu sudah dijanjikan sejak awal pandemi Corona. Pemberian insentif juga sudah berjalan berjalan sejak Maret, April, hingga Mei.

"Kami kami orang kan pekerja COVID itu kan berhak mendapatkan uang lebihlah. Dijanjiin ada insentif dari awal COVID, Maret, April, Mei sudah dibayar. Juni, Juli, Agustus belum dibayar," ungkapnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawari angkat bicara terkait tertundanya insentif tukang gali kubur dan sopir ambulans yang menangani protokol COVID-19. Suzi menyebut insentif itu masih dalam proses, dalam waktu dekat akan segera cair.

"Gaji PJLP sudah dibayarkan tepat waktu setiap bulannya langsung dibayarkan melalui Bank DKI. Insentif merupakan uang tambahan untuk makan dan transpor bagi pekerja PJLP yang menangani pemakaman jenazah dengan protap COVID-19," kata Suzi, ketika dihubungi, Rabu (12/8).

"Selanjutnya tambahan insentif memerlukan waktu dalam prosesnya, dalam waktu dekat sudah dapat dicairkan," lanjutnya.

Suzi menegaskan pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Badan Pengelolaan Kepala Daerah (BPKD). Namun dia tidak mengetahui rinci data tersebut.

"Sudah (disampaikan permohonannya). Jumlahnya saya kurang (tahu) pasti, karena diberikan hanya kepada yang benar-benar menangani," ujarnya.

(mae/mae)