Penjelasan Pemprov DKI Soal Tertundanya Insentif Penggali Kubur Khusus COVID

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 19:56 WIB
Penggali kubur untuk korban virus Corona disiagakan di TPU. Mereka dengan sigap menggali liang lahat saat ada jenazah yang akan dimakamkan. Begini potretnya.
Foto ilustrasi petugas pemakaman. (Getty Images/Ed Wray)
Jakarta -

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawari angkat bicara terkait tertundanya insentif tukang gali kubur dan sopir ambulans yang menangani protokol COVID-19. Suzi menyebut insentif itu masih dalam proses, dalam waktu dekat akan segera cair.

"Gaji PJLP sudah dibayarkan tepat waktu setiap bulannya langsung dibayarkan melalui bank DKI. Insentif merupakan uang tambahan untuk makan dan transport bagi pekerja PJLP yang menangani pemakaman jenazah dengan protap COVID-19," kata Suzi, ketika dihubungi, Rabu (12/8/2020).

"Selanjutnya tambahan insentif memerlukan waktu dalam prosesnya, dalam waktu dekat sudah dapat dicairkan," lanjutnya.

Suzi menegaskan pihaknya sudah mengajukan permohonan Badan Pengelolaan Kepala Daerah (BPKD). Namun, dia tidak mengetahui rinci data tersebut.

"Sudah (disampaikan permohonannya). Jumlahnya saya kurang (tahu) pasti, karena diberikan hanya kepada yang benar-benar menangani," ujarnya.

Sebelumnya, seorang tukang gali kubur khusus jenazah COVID-19 yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita kalau dia tidak dapat insentif selama dua bulan. Terhitung sejak bulan Juni hingga Juli.

Dia tidak sendiri, bahkan ada 113 orang tukang gali dan sopir ambulans yang tertunda insentifnya. Pernah dia menanyakan hal ini ke dinas terkait, tapi belum ada jawaban pasti.

"Iya betul, totalnya 113 tukang gali sama sopir ambulans. Kami sudah follow up ke dinasnya, alasannya kenapa belom dibayar karena belum ada keputusan dari balai kota, bilangnya sih seperti itu, cuma nggak tau nih di atasnya belum ngasih izin ada insentif apa nggak," kata dia ketika dihubungi.

Dia mengatakan insentif itu sudah dijanjikan sejak awal kasus COVID. Pemberian insentif juga sudah berjalan berjalan sejak Maret, April, dan Mei, tapi dua bulan terakhir ini tertunda.

"Kami kami orang kan pekerja COVID itu kan berhak mendapatkan uang lebih lah. Dijanjiin ada insentif dari awal COVID, Maret, April, Mei udah dibayar, Juni, Juli, Agustus belum dibayar," ujarnya.

Tonton video 'Curhat Penggali Kubur Corona di Surabaya, Kerja Pagi hingga Pagi':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/aik)