Ramai Pesan Camat Se-DKI Berisi Imbauan Anies Tunda Hajatan, Ini Faktanya

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 13:25 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Beredar pesan berantai yang mengatasnamakan camat se-DKI Jakarta terkait imbauan Gubernur DKI Jakarta. Pesan itu berjudul Imbauan Penting dari Gubernur DKI tentang COVID-19.

Pesan tersebut berisi imbauan agar warga tidak menggelar kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak massa, misalnya hajatan, arisan, dan perayaan keagamaan.

"Kepada masyarakat, saya minta dengan tegas, untuk menunda setiap rencana kegiatan yang mengumpulnya massa banyak seperti: Hajatan, arisan, perayaan keagamaan dan lain-lain. Serta membubarkan diri setiap kumpulan atau tongkrongan di mana pun berada (tongkrongan anak-anak dan kebiasaan nongkrong remaja di warung-warung," tulis pesan tersebut seperti dilihat detikcom, Kamis (13/8/2020).

Pesan tersebut juga menyebutkan fasilitas kesehatan sudah tidak dapat lagi menampung pasien penderita COVID-19. "Sekarang fasilitas kesehatan sudah tidak lagi mampu menampung para penderita yang positif. Terlebih jumlah petugas kesehatan yang berada di garda terdepan dan paling berisiko terpapar juga sangat terbatas. Jika masih berkumpul yang tidak perlu, sangat rentan terjadinya penularan. Ketika sudah menjadi positif, ke mana lagi kita akan diobati?" tulisnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan informasi tersebut merupakan berita tidak benar. "Hoax, Pak," kata Chaidir saat dimintai konfirmasi, Kamis (13/8/2020).

Berikut pesan hoax itu yang mengatasnamakan Camat se-DKI:

HIMBAUAN PENTING DARI GUBERNUR DKI TTG. COVID 19

Assalamu'alaikum wr wb.

Saya, Camat di DKI Jakarta
dengan ini menghimbau kepada seluruh masyarakat , melalui Para Lurah

Kepada masyarakat, saya minta dengan tegas, untuk menunda setiap rencana kegiatan yg mengumpulnya massa banyak seperti : Hajatan , Arisan, Perayaan Keagamaan, Dll, serta membubarkan diri setiap kumpulan/tongkrongan di mana pun berada (tongkrongan anak2 dan kebiasan nongkrong remaja di warung2).

Karena kondisi negara kita, terlebih Provinsi DKI Jakarta, jumlah korban positif Corona terus meningkat sangat cepat. Agar menjadi perhatian kita semua.

Sekarang fasilitas kesehatan sudah tidak lagi mampu menampung para penderita yang positif. Terlebih jumlah petugas kesehatan yg berada di garda terdepan dan paling beresiko terpapar juga sangat terbatas. Jika masih berkumpul yg tidak perlu, sangat rentan terjadinya penularan. Ketika sudah menjadi positif, kemana lagi kita akan diobati? Karena fasilitas kesehatan dan tenaga medis saat ini sudah sangat terbatas.

Sekali lagi saya minta kepada Lurah dan jajaran, RW, RT, LMK, FKDM, 3 Pilar, Tokoh Masyarakat, Jumantik, para kader semuanya, juga kepada Para DKM Mesjid2, Musholla2, dan tempat ibadah lainnya, untuk berpartisipasi aktif mengikuti seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dlm upaya memutus mata rantai penyebaran COVID- 19. Sampaikan kepada seluruh masyarakat kita untuk Tetap Dirumah dan Tidak Kumpul-kumpul yang punya anak pelajar. agar distresing, libur bukan liburan. Tapi libur untuk mengamankan dari kemungkinan terpapar Virus Corona. Pada semuanya, saya minta kesadaran yang tinggi. Ingat pesan pak Gubernur Bapak Anies Rasyid Baswedan

JIKA ANDA INGIN MENJADI PAHLAWAN SAAT INILAH DENGAN DIAM DIRUMAH DAN BERAKTIFITAS DIRUMAH TIDAK PERLU HARUS BERTEMPUR SEPERTI PEJUANG DULU YANG MENGORBANKAN JIWA DAN RAGA SERTA HARTA. CUKUP BERADA DI RUMAH MAKA ANDA SAAT INI MENJADI PAHLAWAN.

Saya sangat peduli kepada masyarakat, agar jangan sampai jumlah korban COVID- 19 makin meningkat.

Hari ini Beberapa wilayah Kecamatan, sudah ada kelurahan yg masuk ZONA MERAH Oleh karena itu, semua harus ikut bertanggung jawab untuk menyelamatkan saudara-saudara kita.

Demikian, atas perhatian dan kerja samanya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
An. Gubernur DKI Ka.Camat se DKI Jakarta

Tonton video 'Jakarta Masuk Zona Hitam Covid-19 Itu Hoax!':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)