Siapa Veronica Koman, Wanita yang Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 20:43 WIB
Tolak Intervensi Asing, Polisi Segera Tetapkan Status DPO Veronica Koman
Foto: ABC Australia/Siapa Veronica Koman, Wanita yang Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP?
Jakarta -

Sosok Veronica Koman kembali menjadi topik perbincangan di media sosial. Pasalnya, dia diminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengembalikan uang beasiswa sebesar Rp 773,8 juta karena menolak kembali ke Indonesia.

Dirut LPDP Rionald Silaban membenarkan soal tuntutan pengembalian dana beasiswa Veronica Koman tersebut. Pihaknya telah melakukan proses pemanggilan terhadap Veronica Koman.

Veronica yang kini menetap di Australia, tidak terima dengan tuntutan tersebut. Melalui akun Facebook-nya pada Selasa (11/8/2020) dia berbicara kalau tuntutan itu untuk menekannya berhenti melakukan advokasi hak asasi manusia (HAM) Papua.

Siapa sih Veronica Koman? Berikut profilnya:

Pemerintah Australia Mungkin Akan Serahkan Veronica Koman ke InterpolPemerintah Australia Mungkin Akan Serahkan Veronica Koman ke Interpol Foto: ABC Australia

Wanita yang lahir di Medan, 14 Juni 1988 itu adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM). Dia kerap memberikan advokasi terkait isu-isu pelanggaran HAM di Papua. Veronica Koman merupakan sarjana di Universitas Pelita Harapan jurusan hukum internasional pada tahun 2006-2011.

Dia kemudian melanjutkan jenjang pendidikan pascasarjana hukum di Australian National University pada tahun 2017 melalui beasiswa LPDP. Dia pernah bergabung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2014.

Nama Veronica pernah dikaitkan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal ini karena pada 2017, setelah Ahok divonis bersalah dalam perkara penistaan agama, Veronica berorasi menolak vonis tersebut di Rutan Kelas I Cipinang.

Nama Veronica Koman juga dikaitkan dengan Papua. Sebab dia mengadvokasi hak asasi manusia orang Papua sejak 2014 usai kasus penembakan di Paniai pada 8 Desember 2014. Dia mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Veronica juga tercatat pernah menjadi pendamping hukum beberapa mahasiswa asal Papua. Veronica juga dikenal akan pandangannya mendukung pengadaan referendum hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi penyelesaian masalah HAM di Papua.

Veronica Koman semakin tersangkut kasus Papua terkait ditetapkannya dia sebagai tersangka karena dituduh melakukan penghasutan. Hal ini terkait demonstrasi di Papua yang dipicu oleh insiden rasis di Surabaya, pada September 2019.

Penetapan itu terkait cuitan Veronica di Twitter pada Agustus 2019. Meski terkait kasus Papua, namun Veronica Koman meraih penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights Awards dalam mengungkap pelanggaran HAM di Papua pada Oktober 2019.

(nwy/pal)