Kunker ke Bali di Tengah Pandemi, Anggota DPRD Bone Dinilai Krisis Moral

Zulkipli Natsir - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 16:47 WIB
Kunker anggota DPRD Kabupaten Bone ke Bali picu kontroversi baru (dok Istimewa)
Kunker anggota DPRD Kabupaten Bone ke Bali picu kontroversi baru (dok Istimewa)
Bone -

Anggota DPRD Kabupaten Bone kembali jadi sorotan. Usai pengadaan laptop Macbook Air Apple menuai kritikan, kini mereka kembali memicu kontroversi setelah menggelar acara di Bali.

Sebanyak 37 anggota DPRD Bone plus 6 orang melakukan terbang ke Bali dengan dalih bimbingan teknik (bimtek) jelang penyusunan APBD 2021. Rombongan berangkat ke Bali sejak hari Minggu (9/8), dan jadwal bimtek dijadwalkan dimulai Senin (10/8).

Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan, berdalih Bali ditunjuk mengingat daerah ini masuk zona hijau. Dia menilai langkah itu sudah sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440-842 tahun 2020 tanggal 31 Mei 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah serta penyesuaian pada tatanan adaptasi kebiasaan baru.

"Ini sudah sesuai regulasi yang ada. Pertimbangannya di Makassar saat ini masih dinyatakan zona merah angka penyebaran COVID-19, makanya kegiatan ini kami laksanakan di Bali," ujar Irwandi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, Sekwan DPRD Bone, Abubakar mengaku, anggota DPRD Bone akan mengikuti Bimtek di Bali selama empat hari. Dijadwalkan kegiatannya berakhir Kamis (13/8) besok.

"Bimtek adalah program kegiatan secara keseluruhan yang dilaksanakan setiap daerah secara bergiliran, ini merupakan penyesuaian mekanisme baru, sehingga seluruh anggota DPRD yang ada di Indonesia memprogramkan bimtek," ujar Sekwan.

Kunker anggota DPRD Kabupaten Bone ke Bali picu kontroversi baru (dok Istimewa)Anggota DPRD Kabupaten Bone beralasan gelar bimtek di Bali karena Makassar masih zona merah Corona (dok Istimewa)

Ia menyebutkan, semua anggota DPRD Bone diundang untuk mengikuti bimtek meski dianggap tidak wajib untuk mengikuti bimtek ini.

"Jadi tergantung dari anggota DPRD sendiri mau berangkat atau tidak. Itu haknya. Karena anggota DPRD hanya memenuhi undangan dari APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) selaku pelaksana kegiatan. Dan tentu juga pematerinya dari beberapa sumber yang sulit disesuaikan jadwalnya jika dilakukan di Bone," jelasnya.

Disebutkan anggaran bimtek disebut ditaksir mencapai Rp 202 juta lebih, di mana masing-masing anggota DPRD Bone mengantongi uang saku sebesar Rp 4,5 juta.

Sementara itu, Partai Demokrat Kabupaten Bone, melarang wakilnya terbang ke Bali. Partai berlambang bintang Mercy ini melarang anggota karena pandemi COVID-19 dan demi penghematan anggaran.

"Justru kami menganggap kasus positif COVID-19 di Bali masih tinggi dan di sana itu sudah terjadi transmisi lokal. Ini juga salah satu alasan yang mendasari kenapa Demokrat melarang anggota fraksi untuk ikut bimtek di Bali," ungkap Sekretaris DPD Partai Demokrat Kabupaten Bone, Suardi Pirdaus.

Selanjutnya
Halaman
1 2