Niat Puasa Kamis Digabung Bayar Utang Ramadhan, Boleh Nggak Ya?

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 05:00 WIB
top view muslim family enjoy the iftar meal dinner together in dining room
Foto: iStock/Niat Puasa Kamis Digabung Bayar Utang Ramadhan, Boleh Nggak Ya?
Jakarta -

Puasa Kamis, yang biasanya dipasangkan dengan Senin, menjadi salah satu ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Bagi muslim, puasa Senin Kamis kadang menjadi sarana membayar utang saat Ramadhan karena berbagai sebab.

Sebetulnya, bagaimana hukum dan niat puasa Senin Kamis yang digabung dengan bayar utang?

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Abdul Moqsith Ghazali dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu, sempat menjelaskan ibadah puasa Senin Kamis sekaligus qada saat Ramadhan. Para ulama sudah menjawabnya dalam bentuk pedoman fiqih.

"Umat Islam bisa mendapatkan pahala dari mengganti puasa sekaligus puasa sunah yang dilakukan. Inilah enaknya Islam," kata Moqsith.

Pernyataan ini berdasarkan kaidah 'Idza ijtama amrani fii jinsin wahidin walam yakhtalif maqsuduhuma dakhala ahaduhuma alal akhar.' Artinya adalah, 'Jika ada dua perkara dalam satu jenis yang satu tidak menafikan yang lain, maka yang satu itu masuk kepada yang lain itu.'

Selain dua pahala, seorang muslim juga bisa mendapat tiga pahala dalam satu kali ibadah. Menurut Moqsith, kemudahan inilah yang menjadikan Islam istimewa.

Penjelasan serupa juga bisa dibaca di situs Islam Question and Answer yang mengutip Ar-Ramli dalam Nihaayat Al-Muhtaaj. Pelaksanaan ibadah yang digabung-gabung ternyata sudah menjadi perhatian para cendekiawan muslim.

"Jika seorang muslim berpuasa di Bulan Syawal untuk membayar utang, memenuhi janji, sebab lain, atau di hari tertentu misal asyura, maka dia juga akan mendapat pahala karena ibadah sunah tersebut. Ini tercatat dalam fatwa dari ayahku mengikuti Al-Baarizi, Al-Asfooni, An-Naashiri, 'Ali ibn Saalih al-Hadrami, dan lainnya. Namun dia tidak akan mendapat pahala penuh dari ibadah yang dilakukan, terutama jika hutang puasa Ramadhan ditebus dengan Syawal," tulis imam besar tersebut.

Dengan penjelasan tersebut, seorang muslim tak perlu khawatir jika hendak melaksanakan puasa Senin Kamis dan bayar utang sekaligus. Islam Question and Answer menjelaskan, bagi yang hendak menggabungan dua puasa tersebut niatkanlah untuk membayar hutang puasa Ramadhan.

Niat yang dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: "Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala."

Dengan niat tersebut seorang muslim bisa mendapat pahala karena membayar hutang dan melakukan puasa Senin Kamis. Meski demikian patut diingat, memberi pahala adalah kewenangan Allah SWT sepenuhnya.

(row/erd)