Pemprov Minta Warga Tak Curi-curi Kesempatan Masuk Zona Merah Sinabung

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:53 WIB
Gunung Sinabung keluarkan abu vulkanik skala kecil (dok. Istimewa)
Gunung Sinabung mengeluarkan abu vulkanik skala kecil hari ini. (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara (Sumut), masih berada di level III atau siaga. Pemprov Sumut meminta warga tidak masuk ke zona merah yang ada di sekitar gunung.

"Jadi dia masih levelnya itu siaga, level III. Belum diturunkan status sejak 2018. Tentunya kami minta ada yang harus dipatuhi, itu zona merah, jangan lagi didatangi," ucap Ketua BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis di Medan, Rabu (12/8/2020).

Riadil mengatakan zona merah itu berada di radius 5 km dari kaki Gunung Sinabung. Dia mengatakan hingga kini masih ada warga yang mencuri-curi kesempatan untuk bisa masuk zona merah.

"Tapi kita lihat saudara-saudara kita masih ada yang bertani di situ. Curi-curi (masuk ke zona merah Gunung Sinabung). Sulit mengendalikan. Karena TNI juga punya keterbatasan menjaga portal. Mereka masuk dari jalan tikus," ujarnya.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis (Ahmad Arfah-detikcom)Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis (Ahmad Arfah/detikcom)

Warga diminta tidak memasuki zona merah ini untuk mengantisipasi potensi awan panas dari Sinabung. TNI dan Polri disebut bakal mengevakuasi warga yang berada di zona merah.

"Saya sebagai BPBD Provinsi meminta kepada Dansatgas Sinabung, kebetulan ditangani Pak Dandim, untuk bisa menarik itu semua, mengeluarkan orang dari zona merah. Karena awan panas bisa saja tiba-tiba datang. Di radius 5 km. Kalaupun nanti terjadi awan panas, erupsi, nanti kita bisa langsung evakuasi," jelasnya.

Riadil mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tempat jika warga harus mengungsi. Selain tempat pengungsian, Riadil mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan masker untuk warga agar terhindar dari abu.

"Arahan Gubernur, yang pertama selamatkan rakyat dari debu, termasuk secara de facto itu masih berladang, jadi harus dikeluarkan. Kedua, dirikan posko termasuk dapur umum, itu udah semalam. Kemudian berikan masker, itu pertama itu saya kirim 20 ribu, hari ini saya kirim 50 ribu, besok itu rencana 100 ribu lagi dari BNPB. Cukuplah untuk satu kabupaten," jelas Riadil.

Hingga kini, kata Riadil, belum ada korban jiwa akibat erupsi gunung Sinabung. Namun dia mengatakan ada warga yang dirawat karena terserang penyakit pernapasan.

"Tidak ada yang meninggal. Yang ISPA pasti ada. Saya ke sana buka masker saja pedih mata. Iya, dirawat, sudah disiapkan puskesmas," paparnya.

(haf/haf)