Viral Rombongan Pesepeda Gowes di JLNT Antasari, Polisi: Bisa Ditilang

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 13:32 WIB
Car Free Day (CFD) berlangsung di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta, Minggu(09/08/2020). Pengunjung CFD didominasi oleh para pesepeda.
Foto: Ilustrasi CFD di JLNT Antasari (Rengga Sancaya)
Jakarta -

Sebuah unggahan yang memperlihatkan rombongan pesepeda gowes di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Terkait hal itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pesepeda harus tetap mengikuti rambu lalu lintas. Pelanggar bisa kena denda.

"Secara undang-undang di UU LLAJ walau tidak spesifik atur sepeda, tetapi mengatur kendaraan tidak bermotor (termasuk sepeda). Jadi baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor harus patuh pada rambu-rambu aturan," kata Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

Sambodo mengatakan, di UU LLAJ ada aturan yang menjelaskan pesepeda atau kendaraan tidak bermotor tidak diperbolehkan melintas di jalur kendaraan bermotor, termasuk JLNT Antasari dan Casablanca. Dalam UU LLAJ itu ada sanksi bagi pengendara kendaraan tidak bermotor yang melanggar rambu.

"Itu (sepeda) kan memang kendaraan tidak bermotor, ancaman hukumannya kurungan 15 hari dan denda sekian ratus ribu. Nanti saya lihat lagi tapi memang UU itu tidak spesifik mengatur tentang sepeda tetapi kendaraan tidak bermotor," ucapnya.

Sambodo juga mengaku kerap melihat sejumlah pesepeda melanggar lampu lalu lintas hingga bergerak di jalan yang bukan jalur peruntukannya. Dia menegaskan jika terjadi insiden maka itu menjadi tanggungjawab pesepeda yang melanggar.

"Nanti kalau kesenggol mobil atau motor, tentu kita agak sulit. maksudnya, tentu tidak bisa serta merta kita salahkan mobil yang menyerempet. Dia harus masuk ke jalur sepeda untuk keamanan dirinya sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Sambodo mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan bagi pesepeda yang akan dikeluarkan oleh Dishub DKI Jakarta.

"Nah ada wacana kami dengar dari Dishub juga akan mengeluarkan aturan tentang pesepeda. Nah ini kita tunggu saja aturannya seperti apa. Tetapi, kami mengimbau pada para pengguna sepeda baik yang untuk olahraga maupun yang menuju tempat kerja itu patuhi aturan yang ada," imbuhnya.

Aturan tersebut tertuang pada Pasal 299 UU LLAJ Nomor 22 tahun 2009. Dalam pasal itu disebutkan ada hukuman terkait pelanggar kendaraan tidak bermotor.

"Setiap orang yang mengendarai Kendaraan Tidak Bermotor yang dengan sengaja berpegang pada Kendaraan Bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan Pengguna Jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah), " bunyi Pasal 299.

Sementara itu berikut bunyi Pasal 122 UU LLAJ:

"(1) Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang: a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan; b.mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan Pengguna Jalan lain; dan/atau c. menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi Kendaraan Tidak Bermotor," bunyi ayat 1 Pasal 122.

Sementara itu berikut ini lokasi 17 jalur sepeda yang ada di DKI Jakarta:

Jakarta Timur

1. Jalan Pemuda
2. Jalan Pramuka
3. Jalan Matraman
4. Jalan Jatinegara Timur
5. Jalan Jatinegara Barat

Jakarta Pusat

1. Tugu Proklamasi
2. Jalan Diponegoro
3. Jalan Imam Bonjol
4. Jalan MH Thamrin
5. Jalan Medan Merdeka Selatan

Jakarta Barat

1. Jalan Tomang Raya
2. Jalan Cideng Timur
3. Jalan Cideng Barat
4. Jalan Kebon Sirih

Jakarta Selatan

1. Jalan Fatmawati
2. Jalan Panglima Polim
3. Jalan Sisingamangaraja
4. Jalan Jenderal Sudirman.

(maa/mea)