Sudinhub: Selain Minggu Pagi, Pesepeda Dilarang Lintasi JLNT Antasari

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 10:29 WIB
A racing bike rides alone on the roade - the sun rises / sunset
Ilustrasi / Foto: Getty Images/Sohl
Jakarta -

Sebuah unggahan tentang rombongan pesepeda melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menegaskan sepeda dilarang melintas di jalan layang tersebut.

"Iya kemarin ada yang mengunggah ya pada naik ke JLNT (Antasari), itu kan harusnya dilarang," kata Kasudinhub Jaksel Budi Setiawan ketika dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Pengecualian hanya diberikan pada hari Minggu pukul 06.00-09.00 WIB. Saat itu, JLNT Antasari menjadi kawasan khusus pesepeda (atau sebelumnya disebut CFD).

"Khusus untuk hari Minggu pukul 06.00-09.00 WIB, JLNT Antasari memang kita peruntukkan sebagai kawasan khusus pesepeda. Justru kendaraan kita larang di waktu tersebut. Di luar itu, pesepeda nggak boleh melintasi jalan layang," tegasnya.

Budi menyebut memang tidak ada rambu larangan sepeda di JLNT Antasari. Meski begitu, masyarakat, menurutnya, harus menyadari karena sepeda motor saja tidak boleh melintas.

Apalagi ruas JLNT Antasari yang tidak begitu lebar. Budi mengatakan keselamatan pemotor dan pesepeda tidak terjamin.

"Ya memang aturan pastinya ini nggak ada ya, yang ada rambunya rambu pemotor kan ya, tapi kan logikanya motor saja nggak diperkenankan, apalagi sepeda. Kan tingkat keselamatannya sangat tidak terjamin. Di Antasari itu kan space-nya sangat kecil, mobil kendaraan roda empatnya juga kenceng, kan," ujarnya.

Lebih lanjut Budi akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait rambu untuk pesepeda, begitu juga dengan masalah penindakan. Pihaknya juga akan mengerahkan petugasnya untuk mengawasi JLNT Antasari.

"Karena rambunya memang untuk motor sih, rambu sepeda belum ada. Makanya saya koordinasi dengan kepolisian, karena kalau untuk penindakan ranahnya ada di kepolisian. Saya juga minta ke teman-teman di lapangan untuk sekalian melakukan monitoring agar kejadian itu tidak terulang kembali," ucapnya.

Sebelumnya, Anggara Gilang Dwiputra, yang mengunggah momen tersebut di Facebook, menjelaskan saat itu tengah melintas pada hari Sabtu. Berasumsi tidak sedang ada CFD (car free day) di ruas jalan tersebut, ia langsung kepikiran akan keselamatan pesepeda maupun pengguna jalan lainnya.

"Kepada teman2 pesepeda, kalau lagi di jalan tolong ikuti rambu2 yang ada ya.. Itu rambu2 bukan cuma untuk kendaraan bermotor.. Di jalan layang non tol antasari jelas ada rambu dengan gambar sepeda dicoret, setau saya sih itu artinya sepeda dilarang lewat jalan itu, tp ini kok malah rame2 lewat situ..," tulis Anggara dalam caption yang menyertai unggahan tersebut.

(eva/imk)