1.909 Pengemudi Ditilang Selama 2 Hari Penerapan Ganjil-Genap di DKI

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 13:04 WIB
Petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) Satlantas Polres Jakarta Timur saat melakukan penilangan pada pengendara mobil yang melanggar aturan Ganjil-Genap di Simpang Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020). Sanksi tilang bagi pelanggar pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap diberlakukan lagi di Jakarta mulai hari ini. Pembatasan itu sebelumnya dicabut sementara sejak pertengahan Maret lalu karena adanya pandemi Covid-19 yang berujung pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Penerapan kembali sanksi tilang bagi pelanggar ganjil-genap memasuki hari ketiga. Selama dua hari penindakan, hampir 2.000 pelanggar ditilang polisi.

"Selama dua hari pelaksanaan ganjil-genap kemarin, hari pertama ada 1.062 kendaraan yang kita tindak, baik yang menggunakan kamera e-TLE maupun secara manual. Kemudian hari kedua kemarin ada penurunan sebanyak 20 persen, angkanya di 847," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2020).

Angka tersebut diperoleh dari penindakan selama dua hari pada Senin (10/8) dan Selasa (11/8).

Sambodo mengatakan 1.909 pengendara itu ditilang di 25 titik ganjil-genap DKI Jakarta. Mayoritas pengendara, sebutnya, beralasan belum tahu terkait diterapkannya kembali aturan ganjil-genap.

"Jadi memang kalau melihat angka tersebut masih banyak warga masyarakat yang melakukan pelanggaran ganjil-genap, terutama di beberapa ruas jalan yang menurut mereka ada beberapa jalan yang mereka belum tahu itu gage. misalkan Jalan Gunung Sahari, kemudian Jalan Panjaitan, dan sebagainya," ucapnya.

Kemudian Sambodo menyampaikan dampak penurunan volume kendaraan setelah diterapkan ganjil-genap. Dia mengklaim kendaraan di DKI Jakarta turun hingga 42 persen setelah penerapan ganjil-genap.

"Dari sisi penurunan jumlah kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, pada saat berlakunya gage memang terjadi signifikan. Perhitungan kita menunjukkan terjadi penurunan pada angka 42 persen, sehingga penurunan volume tersebut berdampak pada berkurangnya kemacetan dan kepadatan lalin," ujar Sambodo.

Seperti diketahui, kebijakan ganjil-genap genap berlaku sejak Senin (3/8). Berikut ini 25 ruas jalan yang akan terkena aturan ganjil-genap:

1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

(maa/mea)