Sepekan Ganjil Genap, Anies Dinilai Belum Jamin Keamanan di Transportasi Umum

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 12:03 WIB
Sosialisasi penerapan kebijakan ganjil genap diperpanjang. Sosialisasi akan diberlakukan hingga 7 Agustus 2020 mendatang.
Ilustrasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pelaksanaan sistem ganjil genap masa PSBB transisi sudah berjalan selama sepekan. Namun, belum ada jaminan keamanan transportasi umum dari virus Corona (COVID-19) sebagai pengganti transportasi pribadi.

Diketahui, Pemprov menerapkan sistem ganjil genap masa PSBB transisi sejak 3 Agustus 2020.

"Ada ketidaksetaraan pelayanan. KRL bagus, di Stasiun ketat, dalam gerbong ketat. TransJakarta kurang petugas di dalam untuk memantau dan dibatasi penumpangnya. Ternyata angkot yang jadi feeder suka-suka (tidak pedulikan protokol kesehatan) karena kejar setoran," ucap pengamat tata kota dari Universitas Trisaksi, Yayat Supriatna, saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Menurut Yayat, alasan orang menggunakan kendaraan pribadi saat pandemi Corona, karena ingin aman dari penularan virus Corona di angkutan umum.

Tetapi, saat penggunaan mobil pribadi dibatasi, perlu jaminan dari pemerintah bahwa transportasi umum sudah aman dan menjalankan protokol kesehatan.

"Memberikan garansi bagaimana angkutan umum itu betul-betul aman, nyaman, sehat," kata Yayat.

Tonton video 'Kebijakan Ganjil-Genap Turunkan 42% Volume Kendaraan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2