Ke Mana Sampah APD di Jakarta Dibuang?

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 11:48 WIB
Pengelolaan limbah medis COVID-19 jadi hal penting guna cegah pencemaran. Limbah medis tersebut dikumpulkan petugas untuk kemudian dimusnahkan.
Ilustrasi limbah medis (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, hingga hazmat, kini masif digunakan di masa pandemi COVID-19. Bukan hanya oleh petugas kesehatan, tapi juga oleh masyarakat.

Semua barang medis tersebut hanya dapat digunakan sekali pakai dan setelahnya akan menjadi sampah. Lalu, ke mana sampah APD itu dibuang?

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rosa Ambarsadi mengatakan sampah APD itu masuk dalam kategori limbah infeksius. Artinya, sampah APD tidak bisa dibuang begitu saja.

Menurutnya, sampah APD dari fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, tidak dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS). Ada pihak ketiga yang akan mengolah limbah medis.

"APD dari fasyankes, mereka tidak buang ke Bantargebang, melainkan kerja sama dengan pihak ketiga apabila fasyankes tidak punya sarana pengolahan limbah medis," ujar Rosa saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Rosa mengatakan limbah medis itu tidak boleh dibuang sembarangan dan harus dimusnahkan. Meski demikian, kata Rosa, pihaknya tidak memiliki rincian data mengenai berapa banyak sampah APD yang dihasilkan oleh fasyankes selama masa pandemi. Rosa hanya memiliki data sampah medis yang dihasilkan oleh masyarakat.

"Kalau dari fasyankes saya nggak punya, karena kalau fasyankes itu kan dari puskesmas, rumah sakit, saya nggak punya tapi memang kalau data APD khusus nggak ada. Jadi saya nggak punya data berapa karena setiap rumah sakit, puskesmas, bebas, dia mau bekerja sama dengan siapa saja. Artinya, yang punya izinnya sesuai limbah yang dihasilkan masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, sampah APD yang dihasilkan masyarakat selama masa pandemi tercatat sejak April hingga awal Agustus 2020 sebanyak 1.230,76 kilogram. Sampah APD paling banyak dihasilkan dari wilayah Jakarta Barat sebanyak 191,38 kilogram.

Kemudian sampah APD di Jakarta Pusat sebanyak 66 kilogram, Jakarta Utara 103 kilogram, Jakarta Selatan 169 kilogram, dan Jakarta Timur sebanyak 88 kilogram. Rosa mengatakan sampah APD dari masyarakat itu juga nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga untuk dimusnahkan.

Sampah medis yang dihasilkan oleh masyarakat itu antara lain hazmat, sarung tangan, dan masker. "Mayoritas masker bekas, ada juga sarung tangan dan baju hazmat," katanya.

Tonton video 'Parah! Ada 100 Kg Sampah Plastik di Lokasi Wisata Air Terjun Moramo':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2