Jaksa Pinangki Jadi Tersangka Suap terkait Djoko Tjandra

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 08:53 WIB
Jaksa Pinangki
Jaksa Pinangki (Foto: dok istimewa/MAKI)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

"Tadi malam penyidik berkesimpulan, berdasarkan bukti yang diperoleh, telah dirasakan cukup diduga terjadi tindak pidana korupsi sehingga ditetapkan tersangka, yaitu inisialnya PSM (Pinangki Sirna Malasari)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Pada Selasa (11/8) malam itu juga Pinangki ditahan untuk 20 hari pertama. Namun Hari belum membeberkan detail sangkaan pada Pinangki.

"Setelah (Pinangki) ditetapkan sebagai tersangka, maka pada malam kemarin atau tadi malam penyidik langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan malam hari itu juga dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan," ujar Hari.

"Yang kami sampaikan hari ini terkait proses penyidikan dugaan korupsi yang terima hadiah atau janji," imbuhnya.

Untuk diketahui, Pinangki sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Ia di-nonjob-kan lantaran pergi ke luar negeri sebanyak sembilan kali selama 2019 tanpa izin tertulis pimpinan, salah satunya bertemu dengan Djoko Tjandra.

Mulai dari itu, akhirnya pihak Kejagung kemudian melakukan pemeriksaan internal kepada pejabatnya yang diduga berkaitan dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut. Hasilnya, Kejagung memutuskan membebastugaskan Pinangki dari jabatannya.

Pinangki terbukti melanggar disiplin. Pinangki terbukti pergi ke ke luar negeri tanpa izin tertulis dari pimpinan sebanyak sembilan kali sepanjang 2019.

Tonton video 'Datangi Komisi Kejaksaan, MAKI Laporkan Dugaan Tipikor Jaksa Pinangki':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/imk)